Wiranto: Pengakuan Tersangka Kerusuhan 21-22 Mei Bukan Karangan Pemerintah

Rabu, 12 Juni 2019, 16:04 WIB | Laporan: William Ciputra

Wiranto/RMOL

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto angkat bicara soal pengakuan para tersangka yang terlibat dalam kerusuhan 21-22 Mei lalu.

Wiranto mengatakan, pengakuan itu keluar dari berita acara pemeriksaan (BAP) Kepolisian terhadap para tersangka, dan bukan merupakan karangan belaka.

"Ini pengakuan dari berita acara pemeriksaan, testimoni yang disumpah, bukan karangan kita," ujar Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/6).

Wiranto menambahkan, hal itu harus ditegaskan agar tidak ada tudingan bahwa skenario kerusuhan berasal dari karangan pemerintah.

"Masya Allah saya katakan, hasil penyidikan, penyelidikan, bicara itu. Nah sekarang tinggal bagaimana proses selanjutnya," imbuh Wiranto.

Dengan keterangan itu, lanjut Wiranto, saat ini masyarakat jadi melek akan situasi yang sebenarnya terjadi. "Paling tidak masyarakat sekarang jadi paham dan isu-isu bahwa itu senjata rakitan, senjata tidak bisa berfungsi lagi, sudah terbantahkan," terang Wiranto.

Sebelumnya, dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Selasa (11/6) kemarin, pihak kepolisian membeberkan soal kepemilikan senjata yang sedianya akan digunakan untuk membunuh empat tokoh nasional dan seorang pimpinan lembaga survei swasta.

Menurut Kepolisian, pengungkapan itu berdasarkan pengakuan tersangka yang mengaku diperintah oleh Mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zen. 

Kolom Komentar