Kapolri: Senjata Soenarko Belum Dipastikan Untuk Apa

Kamis, 13 Juni 2019, 12:25 WIB | Laporan: Widian Vebriyanto

Mayjen (Purn) Soenarko/Net

Kasus yang menimpa Mayjen (Purn) Kivlan Zen dan Mayjen (Purn) Soenarko berbeda, walau sama-sama berkaitan dengan senjata api.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menjelaskan bahwa dalam kasus Soenarko, pihaknya belum menemukan motif di balik kepemilikan senjata. Sementara kasus Kivlan Zen, polisi sudah mengetahui adanya indikasi untuk melakukan rencana pembunuhan sejumlah tokoh.

"Ini senjatanya jelas, kemudian dimiliki oleh beliau waktu beliau di Aceh, lalu dibawa ke Jakarta kemudian belum ada rencana senjata itu akan digunakan, misalnya untuk melakukan pidana tertentu, seperti dalam kasus bapak Kivlan Zen. Jadi grade-nya beda," ucapnya kepada wartawan di Monas, Jakarta, Kamis (13/6).

Dia menjelaskan bahwa Polri masih membuka ruang komunikasi untuk kasus Soenarko. Sementara untuk kasus Kivlan Zen tak hanya soal senjata api, tetapi juga permufakatan jahat. Sehingga, kasus tersebut harus dilanjutkan ke pengadilan.

"Saya kira masih bisa terbuka ruang komunikasi untuk masalah Bapak Soenarko ini," ucap Tito.

Polisi sendiri sudah mengungkap dugaan bahwa Kivlan Zen mendapat uang sebesar 15 ribu dolar Singapura dari aktivis Habil Marati untuk membeli senjata api. Tujuannya, untuk membunuh empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.

Kolom Komentar