Abdullah Hehamahua Turun Gunung, Joserizal: Anak-anak Muda Sulit Membaca Ancaman

Abdullah Hehamahua/Net

Saat ini ancaman terhadap sebuah negara lebih kompleks dan halus, serta penuh tipuan yang mematikan.

Dalam situasi seperti ini anak-anak muda agak sulit membaca potensi ancaman terhadap negara. Kebanyakan anak muda tampaknya terlalu terpukau dengan istilah globalisasi dan menganggap perkembangan yang terjadi di arena global sebagai urusan biasa yang tidak berbahaya.

Mereka terpengaruh pada anggapan bahwa sekarang adalah zaman teknologi yang menuntut setiap negara menjadi tanpa batas atau borderless, situasi yang dipercaya akan menguntungkan semua pihak.

Juga ada anggapan bahwa pimpinan negara pastilah memikirkan nasib bangsa dan negara serta tidak akan bermain api dengan bangsa dan negara lain.

Demikian antara lain disampaikan Joserizal Jurnalis dalam pernyataannya pagi ini (Jumat, 14/6).

Joserizal adalah seorang dokter yang juga dikenal sebagai aktivis dan relawan medis-bedah di sejumlah daerah perang, konflik dan bencana alam.

Pernyataan Joserizal disampaikan sebagai respon atas undangan terbuka Aksi Super Damai Kawal Sidang Mahkamah Konstitusi (MK) yang disampaikan mantan Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua.

Abdullah Hehamahua mengajak pihak-pihak yang peduli pada proses persidangan sengketa Pemilihan Presiden di MK untuk berkumpul di Patung Kuda, di depan Indosat, Silang Monas, Jakarta, pada pukul 09.00 WIB.

“Menarik ajakan demo ini karena dipimpin oleh orang tua,” ujar Joserizal.

Abdullah Hehamahua hampir berusia 70 tahun. Ia lahir di Ambon pada 18 Agustus 1949. Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) era 1970an ini pernah dikejar-kejar pemerintah Orde Baru dan terpaksa melarikan diri ke Malaysia untuk beberapa waktu lamanya sebelum kembali setelah Soeharto jatuh.

Di awal Reformasi, pada tahun 2001 hingga 2004, Abdullah Hehamahua menjadi salah seorang pimpinan Komite Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) yang merupakan cikal bakal KPK.

“Tampaknya ini adalah kesadaran yang timbul bukan karena reaksioner seperti anak muda, tetapi timbul karena pengalaman panjang dalam hidup, wawasan dan intuisi bahwa negaranya dalam keadaan bahaya,” sambung Joserizal.

Biasanya, sambung Joserizal lagi, perubahan sosial kerap dipelopori dan dipimpin oleh anak muda. Misalnya di Indonesia ada Soekarno dan kawan-kawan. Di luar negeri ada beberapa nama fenomenal seperti Muammar Qaddafi, Saddam Husein, Che Guevara, dan Mao Zedong.

Anak-anak muda yang memimpin perubahan sosial ini memiliki satu persamaan yakni tidak mencari makan dan kekayaan dari perjuangan. Urusan perut mereka selesai karena idealisme dan kesadaran.

Joserizal juga mengatakan bahwa fenomena kebangkitan “kaum tua” tidak hanya dapat dilihat di Indonesia.

Di Malaysia ada Mahathir Mohamad yang sudah berusia lebih dari 90 tahun. Di Amerika Serikat ada Donald Trump yang sudah berusia 72 tahun.

Di Amerika Serikat, misalnya, di tangan pemimpin yang relatif masih muda tidak disadari bahwa trade deficit telah berlangsung lama sehingga membuat keadaan status quo dan menciptakan rasa nyaman yang semu.

“Terpaksa harus disadarkan oleh orang tua (Donald Trump) dalam suatu sentakan perang dagang melawan Republik Rakyat China (RRC),” demikian Joserizal.

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Fokus Bawaslu Jabar Di Pilkada 2020: Awasi Netralitas ASN
Politik

Fokus Bawaslu Jabar Di Pilka..

21 Oktober 2020 12:39
Aktivis Diperlakukan Sopan Era Belanda, Warganet: Benar Kata Pak Rizal Ramli Di ILC
Politik

Aktivis Diperlakukan Sopan E..

21 Oktober 2020 12:27
Novita Wijayanti Berharap Pemerintah Dapat Lewati Fase Sulit Corona
Politik

Novita Wijayanti Berharap Pe..

21 Oktober 2020 11:53
Antisipasi Terpapar Covid-19, Komisi B DPRD DKI Pilih Gelar Rapat Di Bogor
Politik

Antisipasi Terpapar Covid-19..

21 Oktober 2020 11:48
Evaluasi Setahun Jokowi-Maruf, Eddy Soeparno: Pembangkit Listrik EBT Perlu Disegerakan
Politik

Evaluasi Setahun Jokowi-Maru..

21 Oktober 2020 11:45
Catatan KAMI Setahun Jokowi-Maruf: Kemiskinan Meningkat Tajam, Tapi Utang Naik Dua Kali Lipat Dari Era Soekarno Sampai SBY
Politik

Catatan KAMI Setahun Jokowi-..

21 Oktober 2020 11:45
Menilai Wajar Masyarakat Tak Puas Dengan Kinerja Jokowi-Maruf, Mahfud MD: Tingkat Kepercayaan Masih 68 Persen
Politik

Menilai Wajar Masyarakat Tak..

21 Oktober 2020 11:28
Mahfud Minta Kritik Pada MA Dan KPK Dipisah Dari Pemerintah
Politik

Mahfud Minta Kritik Pada MA ..

21 Oktober 2020 11:19