Pakar: Dibanding 01 Dan 02, KPU Lebih Deg-Degan Tunggu Putusan MK

Minggu, 16 Juni 2019, 21:14 WIB
Laporan: Jamaludin Akmal

Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio/Dok

Langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengajukan pengunduran waktu sidang lanjutan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai sebagai tindakan untuk memperkuat keputusan hasil Pilpres yang memenangkan pasangan Jokowi-Maruf.

Sebab jika MK memutuskan sebaliknya, maka lembaga pimpinan Arief Budiman itu akan menjadi lembaga yang paling sibuk. Demikian yang disampaikan Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio.

"KPU kan paling deg-degan dalam sidang ini, lebih deg-degan dari 01 atau 02. Sebab bila MK mengabulkan 02, mereka jadi pihak yang paling sibuk lagi. Maka KPU akan berusaha sekuat tenaga memperkuat keputusan mereka," ucap Hendri Satrio kepada Kantor Berita RMOL, Minggu (16/6).

Hendri menilai, permasalahan saat ini bukan lagi di KPU lantaran tugas menjalankan Pemilu serentak sudah selesai.

"Sekarang masalahnya bagaimana MK bergerak. Kalau KPU kan sudah selesai, ini kan kita menunggu bagiamana (keputusan) MK aja. Kalau saya sih lebih suka memperhatikan langkah-langkah MK ini," katanya.

Pria yang disapa Hensat itu berharap keputusan Mahkamah Konstitusi merupakan keputusan yang benar.

"Mudah-mudahan aja mereka bisa konsisten terus dan memang mengatakan benar bahwa itu benar, gitu," jelasnya

Selain itu, Hensat juga mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak mempermasalahkan pengunduran waktu sidang yang telah diputuskan Majelis Hakim MK.

"Kalau yang lain sih menurut saya harusnya ikutin MK aja. 01, 02, KPU, Bawaslu siapapun itu ikutin MK aja supaya ini cepat selesai. Mudah-mudahan enggak berkepanjangan sih, kita dukung KPU supaya tepat waktu," pungkasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Ahok Mau Jadi Petinggi BUMN, Ini Gaya Marah-marahnya

Rabu, 13 November 2019
Video

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Jumat, 15 November 2019
Video

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Minggu, 17 November 2019