Prabowo-Sandi Susah Menang Jika Fokus Data Kualitatif

Tim Hukum Prabowo-Sandi/Net

Materi gugatan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) untuk Pilpres 2019 pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Mahkamah Konstitusi (MK) lebih bersifat kualitatif.

Direktur Riset Populi Center, Usep Ahyar pesimis paslon 02 memenangkan perkara jika hanya berkutat pada perspektif data-data kualitatif.

"Sementara di MK biasanya lebih banyak adu data dan itu sebenarnya udah lama diprediksi. Harusnya kalau di MK itu kalau perspektif mencari kemenangan dalam berperkara ya harusnya data-data (kuantitatif) itu kan ditunggu," ucap Usep Ahyar kepada Kantor Berita RMOL, Minggu (16/6).

Sebagai contoh kata dia, klaim kemenangan 52 persen dalam petitum yang telah dibacakan saat sidang pendahuluan, Jumat (14/6) lalu.

"52 (persen) itu dari mana, yang 62 (persen) itu darimana, mana yang dicurangi gitu? ya TPS mana? Itu kan harus sampai begitu, TPS mana? di kabupaten mana? di kecamatan mana? di desa mana? mana yang dimanipulasi? kalau ini kan enggak," paparnya.

"Jadi banyaknya memang kualitatif. Kualitatif itu ya sudah diukurnya gitu ya, karena kadang-kadang juga asumsi bahwa ada kecurangan," lanjutnya.

Ia ragu Tim Hukum Prabowo-Sandi bisa membuktikan kecurangan hasil Pilpres 2019.

"Iya saya kira agak susah, cuma kan mungkin kalau bisa dalam konteks kritik hukum positif, kritik terhadap peraturan hukum, sementara kan yang diperlukan dalam berperkara ke MK itu kan perselisihan hasil pemilu. Dan itu kan yang dicurangi mana? di TPS mana? lalu berapa di TPS ini?" Katanya.

Kemudian tuntutan pemilihan ulang dan paslon Jokowi-Maruf didiskualifikasi. Jika hanya dilatari data-data kualitatif, menurut dia, akan sulit dipenuhi.

"Kalau ini agak susah juga, iya agak susah menang, kedua juga saya kira sudah dalam konteks misalnya kalau mau pemilihan ulang juga di TPS mana? itu juga kan nggak bisa (dibuktikan)," terangnya.

Maksud dia, Tim Hukum Prabowo-Sandi semestinya lebih fokus pembuktian kecurangan Terstruktur, Sistematis, dan Massif (TSM) dengan data-data kuantitatif.
EDITOR:

Kolom Komentar


Video

Pesan Anies Baswedan Untuk ASN: Tetap Tangguh Meski TKD Berkurang

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020

Artikel Lainnya

Selain Minta Polisi Tangkap Pelaku Teror Pada Mahasiswa UGM, Nadiem Harus Jamin Kebebasan Mimbar Akademik
Politik

Selain Minta Polisi Tangkap ..

01 Juni 2020 05:44
Kritik Kemarahan Risma, Andi Yusran: Tidak Sepatutnya Pejabat Bersengketa Di Ruang Publik
Politik

Kritik Kemarahan Risma, Andi..

01 Juni 2020 05:26
Kepala Daerah Tolak Permintaan Pusat Buka Sentra Ekonomi Dan Pariwisata, Demokrat: Salut Dan Contoh Baik
Politik

Kepala Daerah Tolak Perminta..

01 Juni 2020 03:43
Pikirkan Keselamatan Rakyat, HMI Desak Mendagri, KPU Dan DPR Tunda Pilkada Serentak 2020
Politik

Pikirkan Keselamatan Rakyat,..

01 Juni 2020 01:56
PKS Merapat, Koalisi Dukungan Untuk Siti Nur Azizah Maruf Amin Tambah Gemuk
Politik

PKS Merapat, Koalisi Dukunga..

01 Juni 2020 01:23
Kutuk Teror Pada Panitia Diskusi UGM, HNW: Polisi Harus Turun Tangan Tegakkan Hukum
Politik

Kutuk Teror Pada Panitia Dis..

01 Juni 2020 01:14
Masyarakat Kritisi Naiknya BPJS, LP3ES: Kesadaran Publik Atas Haknya Menguat
Politik

Masyarakat Kritisi Naiknya B..

01 Juni 2020 01:04
Saeful Bahri PDIP Divonis Ringan, Pakar: Jadi Curiga Dan Menduga-duga Apakah Ada Deal Tertentu?
Politik

Saeful Bahri PDIP Divonis Ri..

31 Mei 2020 23:11