Politikus Demokrat: Jika 01 Akhirnya Ditetapkan Menang, Legitimasinya Akan Berkurang

Kamis, 20 Juni 2019, 01:42 WIB
Laporan: William Ciputra

Jansen Sitindaon/Net

Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang digelar di Mahkamah Konstitusi (MK) dilaksanakan secara terbuka dan disaksikan oleh jutaan pasang mata.

Masyarakat di seluruh Indonesia pada akhirnya mengetahui apa saja yang terjadi di ruang persidangan. Jika ada satu saja dugaan kecurangan yang dituduhkan oleh BPN Prabowo-Sandi terbukti, itu juga dengan sepengetahuan rakyat.

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengatakan, kondisi seperti itu akan menjadi pukulan bagi Paslon 01 Jokowi-Maruf. Pasalnya, meski pada akhirnya dinyatakan menang, namun satu kecurangan yang terbukti itu akan membuat legitimasi keduanya berkurang.

"Karena sidang MK ini disiarkan live dan bisa ditonton semua orang, publik bisa menilai sendiri di sana-sini memang benar ada ketidak-JURDIL-an dalam Pemilu kita ini," ujar Jansen di Twitter, Rabu (19/6).  

"Jikapun 01 akhirnya ditetapkan menang, legitimasinya akan kurang. Publik telah menjadi hakim sendiri atas proses ini," tandasnya.

Pernyataan Jansen ini berkaca pada polemik yang terjadi di Amerika Serikat. Sebab adanya dugaan intervensi Rusia pada Pilpres AS 2016 silam, Presiden Donald Trump harus menghadapi ancaman pemakzulan sepanjang masa pemerintahannya.

"Hati-hati, ada satu saja amar putusan MK menyatakan 01 curang bisa terus digoyang," pungkasnya.

Sidang PHPU di MK telah memasuki sesi ketiga. Agenda utama dalam sesi ini adalah mendengar keterangan saksi yang diajukan oleh Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi.
EDITOR:

Kolom Komentar


Video

Ahok Mau Jadi Petinggi BUMN, Ini Gaya Marah-marahnya

Rabu, 13 November 2019
Video

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Jumat, 15 November 2019
Video

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Minggu, 17 November 2019