BW: Saksi Ahli IT Dilawan Ahli Tata Negara, Nggak Nyambung

Bambang Widjojanto dan Vasco Ruseimy/Repro

Ketua Tim Hukum Jokowi-Maruf, Yusril Ihza Mahendra seakan tak berkutik menghadapi Jaswar Koto, ahli biometric software development dalam sidang ketiga gugatan Pilpres 2019, Rabu (19/6) lalu.

Jaswar dihadirkan Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai saksi ahli IT.

Dalam sidang, Jaswar menjabarkan hasil analisa yang dilakukannya mengenai pola kesalahan input data Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Pemilu KPU. Kesalahan input data Situng itu cenderung menggelembungkan jumlah perolehan suara pasangan Jokowi-Maruf.

Di satu sisi, pola itu mengurangi suara pasangan Prabowo-Sandi. Dalam hal ini Jaswar menemukan ada 63 TPS yang terjadi kesalahan input data.

Menurut dia, kesalahan ini berkorelasi dengan rekapitulasi berjenjang yang dilakukan KPU. Sebab, jumlah total suara pemilih pada Situng dan rekapitulasi manual berjenjang menunjukkan angka yang sama.

Yusril pun menanggapi dengan mempertanyakan kompetensi Jaswar melakukan audit forensik data Situng.

Pertanyaan Yusril tidak cukup sampai di situ. Ketua Umum PBB itu turut menanyakan pendidikan yang pernah ditempuh oleh Jaswar dan pekerjaan yang digeluti.

"S1 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), S2 di Notre Dame University (Australia), dan S3 di Osaka Prefecture University," terangnya.

"Keahlian saya engineering simulation menggunakan IT teknologi. Saya bekerja sebagai engineering, tapi lebih fokus menggunakan software development," tegasnya

Tanya jawab Yusril dengan Jaswar ini menjadi sorotan ramai di media sosial. Tak terkecuali, Wakil Direktur BPN Prabowo-Sandi, Vasco Ruseimy seperti biasa membuat vlog diskusi pendek bersama Tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto.

"Kalau lo mendelegitimasi argumen gw, siapa ahli lo?" ucap Bambang dalam vlog unggahan Vasco melalui akun instagramnya @vasco_ruseimy, Jumat (21/6).

Menurut Bambang, keterangan Jaswar sebagai ahli teknologi informasi dan forensi tidak bisa dibantah dengan ahli tata negara.

"Nggak nyambung. Ahli kita ini yang namanya profesor Jaswar Koto itu dia itulah yang membuat print foot," jelasnya.

Bambang menegaskan bahwa Jaswar Koto yang dihadirkan pihaknya memang kompeten di bidang IT.

"Patennya luar biasa banyaknya, bukunya sekitar 22, international publicationnya itu ratusan," papar Bambang.

Keterangan Jaswar menunjukkan bahwa cara-cara kecurangan dalam proses Pemilu 2019, sebagian menggunakan sistem IT.

"Kemudian itu dimulai karena adanya DPT bermasalah, ini semakin sempurna kecurangan itu," simpulnya.
EDITOR:

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Lampiran Perpres Miras Dicabut Jokowi, Aktivis: Pemerintah Harus Tutup Pabrik Miras
Politik

Lampiran Perpres Miras Dicab..

02 Maret 2021 13:55
Muhammadiyah Dukung Usaha Jokowi Bangkitkan Ekonomi Dengan Pancasila Dan UUD 1945, Bukan Lewat Miras
Politik

Muhammadiyah Dukung Usaha Jo..

02 Maret 2021 13:42
Pesan Airlangga Hartarto, Mubes Kosgoro 1957 Harus Guyub Dan Tidak Membuat Perpecahan
Politik

Pesan Airlangga Hartarto, Mu..

02 Maret 2021 13:40
Firli Bahuri Harus Kerja Lebih Keras Lagi...
Politik

Firli Bahuri Harus Kerja Leb..

02 Maret 2021 13:30
PP Muhammadiyah: Miras Adalah Pangkal Dari Berbagai Kejahatan
Politik

PP Muhammadiyah: Miras Adala..

02 Maret 2021 13:26
Tanpa Basa-basi, Jokowi Putuskan Cabut Lampiran Perpres Soal Investasi Minuman Beralkohol
Politik

Tanpa Basa-basi, Jokowi Putu..

02 Maret 2021 13:13
KPK Masih Yakin Harun Masiku Di Tanah Air Dan Sudah Bentuk 2 Satgas
Politik

KPK Masih Yakin Harun Masiku..

02 Maret 2021 13:05
Meski Menjabat Sekitar 3 Tahun, Kepala Daerah Terpilih Di Pilkada 2020 Tetap Dapat Gaji Satu Periode
Politik

Meski Menjabat Sekitar 3 Tah..

02 Maret 2021 13:02