Pengamat: Gatot Nurmantyo Aset Demokrasi, Kenapa Ruhut Sitompul Merasa Terancam

Gatot Nurmantyo/Net

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo merupakan salah satu aset demokrasi masa depan. Untuk itu, Gatot tidak boleh dikekang apalagi dihentikan.

"Ini harus kita tumbuhkan, jangan kita hentikan, karena pemerintah yang kuat harus diiringi opisisi, pengkritik, dan orang-orang yang memberikan masukan dan saran," kata pemerhati politik sekaligus Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra kepada redaksi, Jumat (28/6).

Demikian disampaikan Iwel menanggapi pernyataan Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Ruhut Sitompul yang meminta kepada TNI dan Polri mewaspadai Gatot Nurmantyo lantaran dituding telah memanas-manasi para purnawirawan TNI dan Polri.

Menurut Iwel, sambutan Gatot saat menghadiri acara Halal Bihalal purnawirawan TNI dan Polri di Masjid Agung At Tin, TMII, Jakarta Timur pada Selasa lalu(25/6), adalah hal biasa. Saat itu, Gatot mengingatkan agar para purnawirawan bangkit dan bergerak melakukan perubahan demi menjaga NKRI agar tidak punah.

"Hal yang biasa seorang Gatot yang purnawirawan TNI, mantan Panglima TNI menyampaikan gagasan dan pemikirannya mengenai apa yang diamati, dirasakan terhadap isu-isu terkini, itu hal biasa," ujar Iwel.

"Dan bisa saja purnawirawan yang ada disitu setuju semua, bisa saja tidak setuju, namanya juga pemikiran dan gagasan. Dan kalau ada pihak-pihak yang keberatan merasa terbakar oleh apa yang disampaikan Gatot, nah ini kita lihat dulu pihak-pihak ini sudut pandangnya gimana, apa yang buat mereka kuatir dan terancam," tuturnya menambahkan.

Masih menurut Iwel, sebagai negara demokrasi, negara dan pemerintah harus membiarkan aset-aset demokrasi tumbuh. Bukan seperti sekarang, seolah-olah ada upaya untuk mematikan atau meniadakan aset-aset demokrasi.

"Nah, paling sering digunakan UU ITE, laporan polisi dan sebagainya. Kita harapkan mulai kedepan demokrasi itu benar-benar tumbuh, jangan sedikit-sedikit ada orang yang mengutarakan pendapat dan berbeda langsung dicari-cari celah atau cara untuk menghentikan," tutupnya.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Qodari: Pencabutan Lampiran Miras Bukti Presiden Jokowi Demokratis
Politik

Qodari: Pencabutan Lampiran ..

03 Maret 2021 00:49
Ali Fikri: KPK Bukan BUMN Yang Memberi Pemasukan Kas Negara
Politik

Ali Fikri: KPK Bukan BUMN Ya..

03 Maret 2021 00:33
Ingatkan Jokowi, Said Aqil: Kebijakan Investasi Harus Berlandas Kemaslahatan Bersama
Politik

Ingatkan Jokowi, Said Aqil: ..

02 Maret 2021 23:52
Jokowi Cabut Perpres Investasi Miras, Prof Abdul Mu'ti: Pemerintah Harus Lebih Sensitif Masalah Akhlak
Politik

Jokowi Cabut Perpres Investa..

02 Maret 2021 22:57
Yusril Ihza Mahendra: Jokowi Harus Terbitkan Perpres Baru Pengganti 10/2021
Politik

Yusril Ihza Mahendra: Jokowi..

02 Maret 2021 21:48
Yakin Tanpa Ada Perpecahan, ARB Dukung Mubes Kosgoro 1957 Di Cirebon
Politik

Yakin Tanpa Ada Perpecahan, ..

02 Maret 2021 21:43
Ketika Teka-teki Status SBY Sebagai Pendiri Demokrat Diungkap Di Obrolan Kantin Biru
Politik

Ketika Teka-teki Status SBY ..

02 Maret 2021 21:24
Apresiasi Jokowi Cabut Lampiran Perpres Miras, Hergun: Ingat, UU Ciptaker Mengusung Semangat Ketuhanan
Politik

Apresiasi Jokowi Cabut Lampi..

02 Maret 2021 21:01