Rieke Jamin Baiq Nuril Tidak Akan Melarikan Diri

Nasir Djamil, Bambang Soesatyo, Baiq Nuril, Rieke Diah Pitaloka, dan Wanto Sugito/RMOL

Anggota DPR, Rieke Diah Pitoloka bersedia menjadi penjamin bagi Baiq Nuril.

Ia meminta Kejaksaan Agung tidak buru-buru mengeksekusi putusan Mahkamah Agung yang menolak Pengajuan Kembali (PK) mantan guru honorer di Mataram, Nusa Tenggara Barat itu.

Baiq Nuril dinyatakan bersalah dan dihukum enam bulan penjara serta denda Rp 500 juta subsider tiga bulan atas kasus pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Saya memberikan jaminan, bahwa ibu Baiq Nuril tidak akan melarikan diri," kata Rieke di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/7).

Rieke pun mengajukan surat penangguhan kepada Jaksa Agung, HM Prasetyo yang dititipkan melalui anggota Komisi III DPR Nasir Djamil dan Ketua DPR Bambang Soesatyo.  

"Mudah-mudahan bisa komunikasi dengan Jaksa Agung," pinta politisi PDI Perjuangan ini.

Selain itu juga ia berencana menemui HM Prasetyo pada Kamis atau Jumat dua hari ke depan untuk langsung menyerahkan surat penangguhan eksekusi.

Kasus Nuril mencuat ke publik pada 2017 lalu. Bermula ketika Nuril yang merupakan staf honorer di SMAN 7 Mataram merekam pembicaraan dengan kepala sekolah berinisial M yang terjadi pada 2012.

Dalam percakapan, M menceritakan soal hubungan badannya dengan seorang perempuan. Belakangan, percakapan itu terbongkar dan beredar di masyarakat. M tidak terima dan melaporkan Nuril ke polisi pada 2015. Dua tahun berlalu, Nuril diproses polisi dan ditahan pada 27 Maret 2017 dengan dijerat Pasal 27 ayat 1 UU ITE.  

Pengadilan Negeri Mataram kemudian memutus Nuril tidak bersalah dan membebaskannya dari status tahanan kota. Kalah di persidangan, jaksa penuntut umum mengajukan banding hingga kasasi ke Mahkamah Agung. Hingga pada 26 September 2018, MA memutus Nuril bersalah.
EDITOR:

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | AHY Semakin Aduhai

Kamis, 13 Agustus 2020
Video

TANYA JAWAB CAK ULUNG | Seputar Aksi Menyelamatkan Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Jokowi Ingin Bajak Momentum Krisis Untuk Lompatan Besar, Syarief Hasan: Semua Bisa Terjadi, Tergantung Kabinet
Politik

Jokowi Ingin Bajak Momentum ..

15 Agustus 2020 04:26
Pihak Polres Bandara Soekarno-Hatta Temui Pimpinan KPK Nawawi Pomolango Usai Tegur Mumtaz Rais
Politik

Pihak Polres Bandara Soekarn..

15 Agustus 2020 03:50
Maman Imanulhaq: HUT Ke 75 Indonesia, Momentum Tunjukkan Jatidiri Bangsa Disiplin
Politik

Maman Imanulhaq: HUT Ke 75 I..

15 Agustus 2020 03:23
Berperan Raih Kemerdekaan Indonesia, Muhammadiyah Minta Tokohnya Digelari Pahlawan Nasional
Politik

Berperan Raih Kemerdekaan In..

15 Agustus 2020 02:51
Sekjen JMSI Bertemu Ketua Forum Kadis Kominfo Bahas Regulasi Perusahaan Pers
Politik

Sekjen JMSI Bertemu Ketua Fo..

15 Agustus 2020 02:24
Jokowi Memastikan Omnibus Law Jadi Instrumen Percepatan Pemulihan Ekonomi
Politik

Jokowi Memastikan Omnibus La..

15 Agustus 2020 01:51
Mumtaz Rais Marah Akibat Ditegur Pimpinan KPK, Garuda Indonesia Ucapkan Terimakasih
Politik

Mumtaz Rais Marah Akibat Dit..

15 Agustus 2020 01:21
Perbandingan Gusdur Dengan Jokowi, Adhie Massardi: Gus Dur Tidak Berhitung 100 Hari Kerja, Tapi Langsung Bertindak
Politik

Perbandingan Gusdur Dengan J..

15 Agustus 2020 00:27