BGPI Bakal Demo Perusahaan Luhut Karena Lahan Warga Belum Mendapat Ganti Rugi

Luhut Binsar Panjaitan/NET

Brigade Gerakan Pemuda Islam (BGPI) berencana menggelar aksi unjuk rasa untuk mengadvokasi warga Gorontalo Utara yang terdampak dengan mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2 x 50 megawatt (MW) yang dikelola  PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP), Kamis (11/7).

GLP disebutkan sebagai anak perusahaan PT Toba Bara Sejahtera Tbk. milik Menko Luhut Binsar Pandjaitan.

Dikonfirmasi, Koordinator Lapangan BGPI M. Sifran menjelaskan, aksi besok adalah bentuk kepedulian BGPI terhadap warga sekitar proyek yang lahannya terpakai untuk pembangunan PLTU tersebut.

"Kita mengadvokasi warga yang lahannya diambil untuk proyek tanpa proses penggantian lahan atau ganti rugi oleh PT GLP. Kita mendesak agar dilakukan ganti rugi lahan yang dipakai untuk proyek PLTU itu," ujarnya kepada Kantor Berita RMOL, Rabu malam (10/7).

Ia menjelaskan, warga sudah dua tahun lamanya meminta penggantian lahan mereka. Namun hingga kini belum juga mendapat kejelasan soal tanah mereka yang dijadikan PLTU.

Padahal, lanjut Sifran, semenjak proyek itu berjalan, maka pendapatan warga hilang. Pasalnya, lahan yang dipakai untuk proyek tersebut biasa dipakai warga untuk bercocok tanam guna menghidupi keluarga mereka.

"Sampai saat ini warga hanya mendapat janji tanpa realisisai ganti rugi," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, dalam undangan aksi yang disebarkan kelompok itu disebutkan, rencana aksi didorong ketidakadilan dalam dalam proses ganti rugi lahan warga di Gorontalo Utara yang terkena proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2 x 50 megawatt (MW) yang dikelola  PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP).

Selain urusan ganti rugi tanah yang tidak adil, kelompok ini juga menilai proyek itu malah menguntungkan tenaga kerja asing, dalam hal ini dari Republik Rakyat China.

“Semestinya, pembangunan mega proyek tersebut membawa manfaat dan kemaslahatan untuk masyarakat Gorontalo Utara dan Bangsa Indonesia. Bukan malah menjadi penjajah baru dengan memasukan TKA China untuk menggantikan tenaga kerja pribumi,” tulis undangan itu.

Aksi besok akan dipimpin oleh Rahmat Himran sebagai Jenderal Lapangan dan M. Sifran sebagai Kordinator Lapangan.
EDITOR: AZAIRUS ADLU

Kolom Komentar


Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Perahu KN 3 SAUDARA Terhempas Ombak, 1 Orang Nelayan MD

Jumat, 29 Mei 2020
Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Lebaran

Rabu, 03 Juni 2020

Artikel Lainnya

Pilkada Di Tengah Pandemik Corona Sangat Berbahaya, Begini Hasil Kajian Dahliah Umar
Politik

Pilkada Di Tengah Pandemik C..

05 Juni 2020 06:40
Penerapan New Normal Rawan Digugat, Muhtar Said: Dasar Hukumnya Apa?
Politik

Penerapan New Normal Rawan D..

05 Juni 2020 05:58
Perekonomian Tetap Tumbuh Saat Krisis Covid-19, Arief Poyuono: Tim Ekonomi Jokowi Patut Disebut Pahlawan Rakyat
Politik

Perekonomian Tetap Tumbuh Sa..

05 Juni 2020 05:24
PTUN Putuskan Jokowi Bersalah Karena Blokir Internet Di Papua, Suparji Ahmad: Jadi Efek Jera Bagi Pemerintah!
Politik

PTUN Putuskan Jokowi Bersala..

05 Juni 2020 03:06
Demokrat Kehilangan Kadernya, AHY: Bagi Saya M. Husni Thamrin Adalah Sahabat Setia Dan Pejuang Demokrasi
Politik

Demokrat Kehilangan Kadernya..

05 Juni 2020 02:44
Tanggapi Tantangan Luhut, Hensat: Mestinya Pejabat Yang Datangi Rakyat
Politik

Tanggapi Tantangan Luhut, He..

05 Juni 2020 02:00
Banyak Negara Di Dunia Ekonominya Lesu, Airlangga Hartarto: Indonesia Masih Alami Pertumbuhan 0,5 Persen
Politik

Banyak Negara Di Dunia Ekono..

05 Juni 2020 01:22
Haris Rusly Moti: Ada Faksi Di Tubuh Pemerintah Yang Mau Tendang Jokowi Seperti Mega Menggeser Gus Dur
Politik

Haris Rusly Moti: Ada Faksi ..

05 Juni 2020 00:01