Bantah Suara Turun, Ketua DPD II Golkar Tak Terima Dicopot

Kamis, 11 Juli 2019, 17:25 WIB
Laporan: Diki Trianto

Ketua DPD II Golkar Kabupaten Buru, Ramly Ibrahim Umasugi/Net

Pencopotan jabatan 10 Ketua DPD II Golkar berbuntut panjang. Para Ketua DPD tersebut tak terima jika pencopotan didaasari tudingan kinerja DPD Maluku yang buruk dalam Pilpres 2019.

"Alasan pergantian, katanya kami tidak bekerja maksimal untuk suara Golkar DPR RI. Ini kan lucu," kata Ketua DPD II Golkar Kabupaten Buru, Ramly Ibrahim Umasugi dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (11/7).

Atas alasan tersebut, Ramly mengaku siap melawan upaya penonaktifan dirinya dari partai berlambang pohon beringin karena dinilai di luar mekanisme organisasi.

Menurut Ramly, Golkar menang mutlak di Kabupaten Buru. Dari rekapitulasi KPU, Golkar berhasil meraih 10 kursi DPRD dari 25 kursi di Kabupaten Buru di Pileg 2019 lalu.

Sisa 15 kursi diraih delapan parpol lainnya, yakni, PKB dan PPP masing-masing tiga kursi. Partai Gerindra, Demokrat dan Partai Hanura, masing-masing memperoleh dua kursi, sedangkan PKS, PDIP dan PBB masing-masing memperoleh satu kursi.

Sementara hasil rekapitulasi penghitungan dan penetapan suara DPRD Provinsi Maluku, Partai Golkar mempertahankan 6 kursi yang juga diperoleh pemilu 2014 lalu. Hanya kalah dari PDI-P yang meraih masing-masing 1 kursi dari 7 daerah pemilihan di Maluku.

Dua dari 6 kursi yang diperoleh Golkar disumbangkan dari Dapil Kabupaten Buru. Dapil Maluku 2, yakni Kabupaten Buru dan Buru Selatan. Ramly menegaskan akan melawan upaya pencopotan tersebut dengan maju sebagai calon Ketua DPD I Partai Golkar Maluku.

"Saya maju jadi calon untuk habisi mereka. Ini bukan perusahaan pribadi, ini partai politik. Saya ini hasil musda dan keputusan bukan di mereka," ujar Ramly.

Sebelumnya DPD I Provinsi Maluku menonaktifkan 10 Ketua DPD II Golkar antara lain DPD Kota Ambon, Kabupaten Buru, Seram Bagian Timur (SBT), Maluku Tengah, Seram Bagian Barat (SBB), Maluku Barat Daya (MBD), Kepulauan Aru, Kota Tual, Maluku Tenggara, Buru Selatan, dengan alasan perolehan suara di Pemilu 2019 tak memuaskan. Ketua DPD II Kabupaten Kepulauan Tanimbar tetap dipertahankan, karena dinilai berhasil.

Namun demikian, mntan Ketua Pemenangan Pemilu Partai Golkar, Azis Samual meyakini pencopotan itu akibat keputusan 10 DPD ini mendukung Bambang Soesatyo untuk maju sebagai calon ketua umum Golkar pada Munas 2019.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang

Minggu, 17 November 2019
Video

Pigai Sindir Ahok? Hanya Di Indonesia Narapidana Diberi Jabatan Terhormat

Kamis, 21 November 2019
Video

Bunga untuk Veronica Tan

Kamis, 21 November 2019