Jangan Sampai Komisioner KPK Terpilih Sudah Dikondisikan

Jumat, 12 Juli 2019, 02:20 WIB | Laporan: Widian Vebriyanto

Pangi Syarwi Chaniago/Net

Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korups (Pansel Capim KPK) telah merampungkan proses seleksi administrasi capim KPK. Ada 192 orang dari 376 pendaftar yang diloloskan.

Namun proses ini menjadi pertanyaan publik saat nama mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai yang secara kedaerahan mewakili Indonesia bagian timur, khususnya Papua tidak lolos.

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago mengaku kaget dengan pengumuman itu. Sebab, Pigai memiliki integritas dan kompetensi yang mumpuni.

Baca: Secara Kompetensi, Natalius Pigai Tidak Perlu Diragukan Jadi Capim KPK

Lebih lanjut, direktur eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu mengingatkan agar mekanisme pemilihan komisioner KPK tidak sebatas seremonial belaka, sementara calon terpilih sudah disiapkan.

Sebab, kata Pangi, tidak ada keterbukaan dalam proses seleksi tersebut.

“Mungkin saja ada kesepakatan yang terpilih harus punya agenda dan bisa bekerjasama serta satu nafas,” ujarnya kepada Kantor Berita RMOL sesaat lalu, Jumat (12/7).

Dia juga tidak ingin pemilihan ini didasari pada like or dislike semata. Pangi mengingatkan bahwa integritas komisioner KPK periode mendatang sangat bergantung pada kinerja Pansel Capim KPK dalam melakukan proses seleksi.

Pansel yang dipimpin Yenti Garnasih itu harus hati-hati dan menyeleksi agar benar-benar yang terbaik yang muncul.

“Jangan sampai, sekali lagi, komisioner KPK terpilih sudah dikondisikan via pansel capim KPK. Komisioner KPK terpilih harus profesional dan bebas nilai,” pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Garuda Perlu Tinjau Ulang Aturan Mengambil Foto dan Video

Rabu, 17 Juli 2019
Video

Mulai Panas, Nasdem Sindir PKB

Kamis, 18 Juli 2019
Video

Anies Makin Berprestasi Makin Dicaci?

Senin, 22 Juli 2019