Sambangi DPR, DPD Golkar Yang Dipecat Tetap Dukung Bamsoet

Sabtu, 13 Juli 2019, 00:25 WIB | Laporan: Diki Trianto

Bambang Soesatyo menerima kunjungan DPD Golkar/ist

Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo sebelumnya mempersilakan kepada Ketua DPD yang mendukungnya maju sebagai calon ketua umum Golkar untuk menarik dukungan pasca pemecatan 10 DPD II Golkar beberapa waktu lalu.

Namun demikian, imbauan tersebut tak diindahkan. Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Buru yang juga Bupati Kabupaten Buru, Ramly Ibrahim Umasugi mengaku seluruh DPD II Partai Golkar di Maluku tetap mendukung Bamsoet.

"Kami tetap setia dan tidak akan mencabut dukungan, siap melawan apapun risikonya" Kata Ramly di usai bertemu Bambang Soesatyo di Kompleks DPR, Senayan, Jumat (11/07).

Sejauh ini, Ramly menjelaskan bahwa alasan perolehan suara Partai Golkar turun di Maluku yang menjadi landasan pemecatan dirinya adalah alasan yang aneh. Seharusnya DPP Partai Golkar bercermin karena perolehan suara Partai Golkar secara nasional turun tajam, kehilangan 1,2 juta suara dan 6 kursi di DPR RI.

Senada dengan Ramly, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Cirebon, Toto Sunarto korban menyampaikan bahwa alasan DPD I Partai Golkar mem-Plt-kan dirinya adalah alasan yang mengada-ada. Toto mengungkapkan, pada saat halal bihalal DPD Partai Golkar Jawa Barat, pengurus tingkat II diminta datang dan membawa cap partai untuk memberikan dukungan kepada Airlangga Hartarto.

"Namun karena Kota Cirebon sepakat mendukung Mas Bambang, kami tidak memberikan dukungan. Kami melihat cara-cara yang dipakai DPP dan DPD I jauh dari nilai demokratis. Seharusnya daerah diberikan kesempatan menentukan kepada siapa dukungan diberikan. Jika diarahkan, maka Golkar bukan lagi seperti partai politik, tapi tak ubahnya kerajaan. Ada Raja Dedi Mulyadi, Ada Raja Airlangga," jelas Toto.

Dalam kesempatan yang sama, Bamsoet menyesalkan pemecatan terhadap mereka lantaran dinilai sebagai wujud sikap kepemimpinan yang otoriter di bawah Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto. Ia sepakat bahwa sikap tirani ini harus dilawan.

"Saya sepakat bahwa sikap otoriter ini, sikap tirani ini menjadi musuh kita bersama di Partai Golkar. Harus kita lawan," kata Bamsoet.

Di sisi lain, dibanding menyerang para DPD Golkar, mantan Ketua Komisi III DPR RI ini menyebut siap digantikan dalam jabatan apapun di kepartaian.

"Silakan gunakan kekuasaan itu sesukanya kepada saya, tetapi jangan kepada para pengurus daerah yang sudah berdarah-darah memenangkan Partai Golkar dan pasangan Joko Widodo-KH Maruf Amin pada Pemilu 2019 lalu. Jangan karena beda pendapat urusan dukung-mendukung calon ketua umum, lantas air susu dibalas air tuba," tandas Bamsoet.
Editor: Diki Trianto

Kolom Komentar


Video

Garuda Perlu Tinjau Ulang Aturan Mengambil Foto dan Video

Rabu, 17 Juli 2019
Video

Mulai Panas, Nasdem Sindir PKB

Kamis, 18 Juli 2019
Video

Anies Makin Berprestasi Makin Dicaci?

Senin, 22 Juli 2019