Dikoreksi Mbak Tutut, Soeharto Tidak Pernah Mengundurkan Diri

Soeharto dan Habibie/Net

Presiden kedua RI, Soeharto tidak pernah mengundurkan diri sebagai presiden. Tidak ada kata-kata mundur dalam pidato penguasa Orde Baru itu pada 21 Mei 1998 lalu.

Begitu tegas putri kedua Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana usai menyerahkan Arsip Presiden Soeharto kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Kamis (17/7).

Dikoreksi wanita berkerudung yang akrab disapa Mbak Tutut itu, Soeharto menyatakan berhenti sebagai presiden. Tapi bukan mengundurkan diri.

"Saya koreksi. Bukan mengundurkan diri, tapi berhenti. Bapak selalu pakai istilah berhenti dan beliau memakai istilah berhenti itu setelah mencari di dalam UUD 1945," ujarnya.

Mbak Tutut menjelaskan bahwa ada perbedaan makna mendalam antara mengundurkan diri dan berhenti. Mengundurkan diri, sambungnya, sama saja tidak bertanggung jawab saat masih menjalankan tugas.

“Kenapa nggak mengundurkan diri saja? Beliau mengatakan bahwa kalau saya (Soeharto) sebut mengundurkan diri berarti saya belum selesai tugas sudah mundur. Itu artinya tidak tanggung jawab," jelas Tutut.

Atas alasan itu, Soeharto kemudian menggunakan istilah berhenti. Maknanya, Soeharto berhenti sebagai presiden karena sudah tidak lagi dipercaya rakyat.

“Yang memperkerjakan saya (Soeharto) itu tidak percaya, supaya saya tidak kerja lagi kerja di situ, ya saya berhenti. Jadi istilah itu mohon diterapkan. Jadi bukan mengundurkan diri, tapi berhenti," jelasnya.

Adapun kala itu, Soeharto memilih berhenti karena tidak ingin ada korban terus berjatuhan, di mana kondisi saat itu mahasiswa dan rakyat bersatu menuntut reformasi.

"Terus kalau ditanya, kenapa kok tidak terus saja waktu itu jadi presiden. Ada salah satu rekan beliau menanyakan. Dia menjawab bahwa kalau saya terus, berarti akan makin banyak generasi-generasi muda yang menjadi korban,” katanya.

“Jadi lebih baik berhenti, biarlah nanti generasi yang lain bisa meneruskan perjuangan bapak," demikian Mbak Tutut.

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | CATATAN KAMI, Dr Ahmad Yani

Jumat, 07 Agustus 2020
Video

RMOL World View | Di Balik Ledakan Lebanon Bersama Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y Thohari

Jumat, 07 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Pejabat Tinggi Pemprov Ramai-ramai Mundur, Ada Apa?
Politik

Pejabat Tinggi Pemprov Ramai..

11 Agustus 2020 06:04
Pendiri PAN Pertanyakan Jasa Fahri Hamzah Dan Fadli Zon Untuk Negara
Politik

Pendiri PAN Pertanyakan Jasa..

11 Agustus 2020 05:22
Senator Jakarta: Kepala Daerah Jangan Paksakan Diri Terapkan Sekolah Tatap Muka
Politik

Senator Jakarta: Kepala Daer..

11 Agustus 2020 03:58
MPR  Dorong Pemerintah Segera Lakukan Terobosan Meredam Peningkatan Kasus Covid-19
Politik

MPR Dorong Pemerintah Seger..

11 Agustus 2020 03:20
Pengamat: Calon Tunggal Vs Kotak Kosong Terjadi Karena Hilangnya Idealisme Partai
Politik

Pengamat: Calon Tunggal Vs K..

11 Agustus 2020 02:56
AHY-Anies Untuk Pilpres 2024, Benny Harman: Ini Bentuk Kepedulian Rakyat Terhadap Masa Depan Bangsa
Politik

AHY-Anies Untuk Pilpres 2024..

11 Agustus 2020 02:33
Keberhasilan Jokowi Juga Tidak Lepas Dari Pemerintahan SBY
Politik

Keberhasilan Jokowi Juga Tid..

11 Agustus 2020 01:36
Mendagri, Mensos Dan Menkeu Terbitkan SKB Untuk Percepatan Pemutakhiran DTKS
Politik

Mendagri, Mensos Dan Menkeu ..

11 Agustus 2020 01:02