Paskah Suzetta: Suara Dewan Pembina Golkar Tidak Untuk Satu Calon

Kamis, 18 Juli 2019, 21:32 WIB
Laporan: Diki Trianto

Deklarasi para calon ketum Golkar/Net

Anggota Dewan Pembina Golkar, Paskah Suzetta menegaskan bahwa Dewan Pembina tidak diperkenankan mendukung salah satu calon di pemilihan ketua umum Partai Golkar periode 2019-2024.

Namun demikian, hal itu tak menjadi masalah ketika dukungan diberikan atas nama pribadi, bukan sebagai dewan pembina Golkar.

"Saya perlu memberikan penjelasan supaya tidak salah memberikan. Dewan pembina mendukung itu salah, kalau secara pribadi tidak masalah. Secara pribadi, saya mendukung Pak Bambang Soesatyo, wajar," kata Paskah di acara konferensi pers bersama calon Ketua Umum Golkar di Jakarta, Kamis (18/7).

Pernyataan itu sebagai bentuk klarifkasi dari Dewan Pembina terhadap surat Wanbin Partai Golkar bernomor: K-21/WANBIN/GOLKAR/2019 Jakarta, 25 Juni 2019 yang ditujukan kepada Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan ditandatangani Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie, dan Sekretaris Hafiz Zawawi.

Dia menjelaskan, surat itu sebagai hasil kesepakatan Dewan Pembina Golkar untuk memberikan saran dan pendapat kepada Airlangga. Namun ia menyayangkan kenapa surat itu sampai diketahui publik.

"Ini surat ditujukan saran dan pendapat untuk internal Golkar, bukan kepentingan harus diekspos ke publik. Itu aturan main kelembagaan, bukan main keluar ke publik. DPP tidak perlu menyampaikan ke publik," lanjutnya.

Selain itu, adanya surat tersebut juga bukan sepenuhnya dimaknai sebagai dukungan Dewan Pembina kepada petahana untuk melanjutkan kepemimpinan.

"Jangan sampai timbul interpretatif surat Dewan Pembina Golkar memberikan dukungan ke salah satu calon yang akan maju dalam Munas perebutan Ketum Golkar," tuturnya.

Di sisi lain, ia berharap ada evaluasi di internal Golkar terkait dengan kinerja DPP selama ini. Evaluasi tersebut bisa dilakukan dengan menggelar Rapimnas dan mengundang seluruh DPD tingkat I.

Selain itu, ia juga mendorong agar segera dilangsungkan penyelenggaraan Munas. Sebab, dikeluarkannya surat tertanggal 25 Juni 2019 itu justru memberikan interpretasi berbeda.

"Kelihatannya menjadi interpreatif surat, karena pembina Golkar mengharapkan bahwa pada akhir tahun ini munas. Itu interpreatif bisa November, Oktober, September tidak dovinis dewan pembina mendukung bulan Desember. Kami tidak pernah sebut bulan," tegasnya.

Terkait kehadirannya di acara deklarasi caketum Golkar, ia menegaskan bahwa dukung-mendukung salah satu calon merupakan hak masing-masing Dewan Pembina Partai Golkar.

"Saya berkewajiban hadir memberikan respons kepada Bambang (Bamsoet) dan calon lain. Ini Dewan Pembina, dalam surat lebih banyak calon lebih bagus," tambahnya.

Ada beberapa calon yang hadir dalam konferensi pers Caketum  Golkar. Di antaranya Bamsoet, Ketua Satuan Karya Ulama Partai Golkar Ali Yahya, mantan Ketua Umum PP Kesatuan Perempuan Partai Golongan Karya, Ula Nurachwati dan Politikus Partai Golkar, Marlinda Irwanti.

Selain itu, tiga nama lain yang juga bakal mencalonkan diri adalah Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto, Ketua DPP Partai Golkar, Indra Bambang Utoyo, dan Ketua DPP Partai Golkar Ridwan Hisjam. Namun ketiganya tak hadir dalam konferensi.

Kolom Komentar


Video

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

Kamis, 08 Agustus 2019
Video

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Jumat, 09 Agustus 2019
Video

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Rabu, 14 Agustus 2019