Amien Rais Minta Jatah Kabinet 45 Persen, Pengamat: Rasional, Tapi Aneh Secara Logika Politik

Sabtu, 20 Juli 2019, 20:34 WIB
Laporan: Idham Anhari

Amien Rais/Net

Analis politik dan kebijakan publik, Dedi Kurnia Syah, menilai konsep rekonsiliasi Amien Rais yang meminta 45 persen jatah menteri sama saja mengkhianati dirinya sendiri yang menyatakan tetap oposisi.

“Pemikiran rekonsiliasi Amien Rais secara konten memang rasional, hanya saja logika politik tidak dapat dijalankan dengan tawaran tersebut. Andaipun dipenuhi, sama saja Amien Rais mengkhianati dirinya sendiri yang semula konsisten dengan konsep oposisi,” kata Dedi kepada Kantor Berita RMOL, Sabtu (20/7).

Menurut Direktur Pusat Studi Demokrasi dan Partai Politik itu jika komitmen rekonsiliasi benar-benar diinginkan, sejatinya cukup meminta agar presiden terpilih tetap mengakomodir program-program dari Prabowo. Dengan begitu, oposisi tetap leluasa melakukan pengawasan dan tekanan yang diperlukan.

“Sementara meminta porsi 45 persen kabinet, ini bukan rekonsiliasi, tetapi lebih pada distribution of power, ada upaya menihilkan oposisi, jelas tidak baik bagi demokrasi, dan tidak mudah diterima mitra koalisi Jokowi tentunya,” pungkasnya.

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais memberikan dua syarat rekonsiliasi kubu Joko Widodo dengan Prabowo Subianto.

Syarat tersebut adalah, ide dan program dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno diterima, lalu pembagian kursi dengan jatah 55 persen kubu 01 dan 45 persen kubu 02. Jika tidak, kata Amien, pihaknya akan lebih memilih menjadi oposisi.

"Ayo bagi 55-45, itu masuk akal. Kalau sampai disepakati, berarti rezim (Jokowi) ini sudah jalan akalnya. Tapi ini kan enggak mungkin," ujar Amien di Gedung Dewan Dakwah, Jakarta, Sabtu (20/7).
EDITOR: AZAIRUS ADLU

Kolom Komentar


Video

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

Kamis, 08 Agustus 2019
Video

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Jumat, 09 Agustus 2019
Video

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Rabu, 14 Agustus 2019