Kalau Tetap Bermanuver, Jokowi Bisa Tinggalkan Nasdem Dan PKB Di Tengah Jalan

Pimpinan parpol koalisi Jokowi-Maruf di luar PDIP/Net

Partai Nasdem dan PKB adalah dua partai koalisi Jokowi-Maruf yang secara terang-terangan menolak Partai Gerindra bergabung dalam Kabinet Kerja jilid II.

Adapun peluang Gerindra masuk kabinet sepertinya sudah disetujui Presiden terpilih Joko Widodo dan direstui pemegang saham terbear di koalisi yaitu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebelumnya sudah bertemu dengan Jokowi dan Mega di tempat dan waktu yang berbeda. Prabowo ketemu Jokowi pada 13 Juli di Stasiun MRT, lalu Prabowo menemui Mega pada 24 Juli di Teuku Umar.

Mengetahui Gerindra bakal merapat ke kabinet, partai koalisi Jokowi-Maruf di luar PDIP melakukan manuver politik. Ketua umum Nasdem (Surya Paloh), PKB (Muhaimin Iskandar), Golkar (Airlangga Hartarto) dan PPP (Suharso Monoarfa) melakukan pertemuan pada 22 Juli di Gondangdia.

Manuver berlanjut dengan jurus Surya Paloh yang mengundang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 24 Juli di Gondangdia, saat Prabowo-Mega bertemu di Teuku Umar. Pada pertemuan itu, Surya megatakan, kalau Anies maju pada Pilpres 2024, partainya siap mendukung lahir dan bathin.

Analisis politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, meski mereka menyatakan partai koalisi Jokowi-Maruf masih tetap solid, tapi dari panggung politik yang ditampilkan, di internal koalisi sedang ada masalah, ada perbedaan tajam.

"Walauapun mereka mengaku solid, tapi faktanya enggak bisa dibohongi, enggak bisa disembunyikan," ujar Pangi saat dihubungi Kantor Berita RMOL, Kamis (25/7).

Manuver dari kubu Gondangdia dan kubu Teuku Umar menunjukkan adanya resistansi di internal partai koalisi Jokowi-Maruf. Menurut Pangi, alasannya publik juga sudah tahu, yaitu partai koalisi khususnya Nasdem dan PKB tidak legowo Gerindra gabung kabinet. Mereka khawatir jatah kursi di kabinet akan berkurang.

Jelas Pangi, kalau Nasdem dan PKB terus bermanuver, itu artinya mereka menunjukkan diri ingin berhadap-hadapan dengan Jokowi yang punya hak prerogatif. Dan kalau itu tetap berlanjut, akan ada tsunami politik di internal koalisi.

Apa dampaknya? Pangi tidak melihat ada pengurangan jumlah menteri kepada Nasdem dan PKB yang diyakini sudah disepakati di awal. Jokowi pasti paham mana partai yang berkeringat dan yang tidak.

"Tapi kalau terus-menerus bermanuver, mereka menampakkan diri berhadap-hadapan dengan Jokowi, maka akan ada evaluasi. Evaluasinya bisa reshuffle kabinet di tengah jalan," sebut Pangi.

Dia menambahkan, kalau masing-masing parpol koalisi disiplin dan sabar, Jokowi akan membagi jatah menteri secara profesional dan proporsional. Sama dengan Mega, Jokowi ingin bekerja dan membangun Indonesia yang lebih hebat dengan prinsip gotong royong.

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Reshuffle Kabinet: Inisial M dan Sowannya Nadiem ke Megawati

Kamis, 22 April 2021

Artikel Lainnya

Bamsoet: Jika Hilangnya KRI Nanggala-402 Karena Usia Uzur, Menhan Harus Lakukan Peremajaan
Politik

Bamsoet: Jika Hilangnya KRI ..

22 April 2021 17:55
Fotonya Jadi Sampul Laporan APBN, Komisi XI: Sri Mulyani Jalankan Misi Siapa?
Politik

Fotonya Jadi Sampul Laporan ..

22 April 2021 17:33
Undang Mendag Dan Mentan, KPK Bahas Kajian Tata Kelola Impor Komoditas
Politik

Undang Mendag Dan Mentan, KP..

22 April 2021 17:31
Tiba Di Kantor Demokrat, Presiden PKS Dan Rombongan Disambut Hangat AHY
Politik

Tiba Di Kantor Demokrat, Pre..

22 April 2021 16:54
Terbesar Di ASEAN, Industri Kaca Batang Jadi Angin Segar Bagi Tenaga Kerja Indonesia
Politik

Terbesar Di ASEAN, Industri ..

22 April 2021 16:46
Mengaku-ngaku Tokoh NU, Sangat Riskan Kalau Witjaksono Diplot Menteri Investasi
Politik

Mengaku-ngaku Tokoh NU, Sang..

22 April 2021 16:36
Prabowo Subianto: Pemerintah Dilema, Dahulukan Pertahanan Negara Atau Pembangunan Kesejahteraan Rakyat
Politik

Prabowo Subianto: Pemerintah..

22 April 2021 16:36
Ketua DPR: Jika KRI Nanggala-402 Bermasalah Karena Usia, Alutsista TNI Harus Dimodernisasi
Politik

Ketua DPR: Jika KRI Nanggala..

22 April 2021 16:14