Pengamat: Manfaatnya Untuk Bangsa Lebih Banyak Jika Prabowo Oposisi

Minggu, 28 Juli 2019, 08:47 WIB
Laporan: Angga Ulung Tranggana

Mega-Prabowo-Jokowi/Net

Direktur Eksekutif Parameter Indonesia Adi Prayitno menyebut, sebagian besar pendukung Prabowo Subianto lebih menginginkan Ketua Umum Gerindra dan anggota koalisinya tetap berada di luar pemerintah sebagai oposisi.

Sikap sebagai oposisi, kata Adi,  menurut sebagian besar pendukungnya akan memberi banyak manfaat untuk bangsa.

"Kecenderungan pendukung Prabowo memang terlihat ingin di luar kekuasaan, manfaatnya lebih banyak.  Selain sebagai penyeimbang yang kredibel, Prabowo bisa tetap mempertahankan ceruk pemilihnya," jelas Adi kepada Kantor Berita RMOL, (28/7).

Lebih lanjut Adi mencontohkan, sikap kritis Sandiaga Uno, Rachmawati Soekarnoputri dan elite eks Koalisi Adil Makmur itu adalah bagian kecil dari sebagian besar pendukung yang ingin tetap menjadi oposisi pemerintah.

Andai dipaksakan gabung ke Kabinet Jokowi di periode kedua, Adi memprediksi Prabowo akan ditinggalkan oleh pendukung fanatiknya.

"Potensial ditinggal pendukungnya. Pendukung yang kecewa itu bisa apatis ke politik mungkin pula pindah ke lain hati," tukas DOsen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Untuk diketahui, indikasi Prabowo dan gerbong Gerindra akan merapat ke Pemerintahan Jokowi nampak saat Jokowi bertemu pada Sabtu (13/7) di salah satu mall di Jakarta.

Selanjutnya Prabowo dijamu oleh Megawati Soekarno Putri di Kediamannya Jalan Teuku Umur, Menteng Jakarta, (24/7).

Prabowo tampak akrab dan terus menerus saling memuji. Para elite politik dari PDIP dan Gerindra juga sering melontarkan pujian dan bernostalgia soal eratnya hubungan politik mereka saat berduet dalam Pilpres 2009.

Kolom Komentar


Video

Pasca Positif COVID-19, kondisi Menteri Perhubungan Budi Karya Membaik

Selasa, 31 Maret 2020
Video

Bupati Bintan Tegas, 39 TKA China Diperintahkan Angkat Kaki

Rabu, 01 April 2020
Video

#DiRumahAja, Ini Perjuangan Tenaga Medis Proteksi Diri Mencegah Penyebaran Virus Corona

Kamis, 02 April 2020