Menristekdikti Salah Obat Naikkan Kualitas Kampus Dengan Impor Rektor

Mohamad Nasir/Net

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dianggap salah dalam "memberikan obat" dalam meningkatkan peringkat perguruan tinggi negeri (PTN) Indonesia dengan mengimpor rektor asing.

"Menristek ini salah obat jika peningkatan kualitas perguruan tinggi yang berujung pada peningkatan peringkat universitas di dunia hanya mengacu pada sosok rektor," kata pengamat pendidikan dari Dompet Dhuafa Pendidikan, Aza El Munadiyan, Sabtu (3/8).

Menurutnya, bisa diterima jika rektor menjadi pemicu perbaikan dalam konsep kepemimpinan organisasi, serta rektor asing sebagai branding dari perguruan tinggi di Indonesia. Namun, apabila berharap bahwa rektor mampu melakukan revolusi kualitas, itu salah besar.

"Jika berharap bahwa rektor mampu melakukan revolusi kualitas, sepertinya Pak Menteri harus bangun dari tidur siangnya," sebut Aza.

Menristekdikti Mohamad Nasir menyatakan wacana untuk mengimpor rektor asing bertujuan agar PTN RI bisa menembus 100 besar peringkat dunia seperti yang dilakukan oleh Singapura. Wacana ini ditegetkan akan berjalan pada tahun depan.

Berdasarkan acuan lembaga yang dirujuk oleh Menristek yaitu QS World University Rank, Time Higher Education dan dari Shanghai Jiao Tong University (SJTU). Menristekdikti seperti mengesampingkan indikator-indikatornya yaitu reputasi akademik, kualitas dosen, kualitas riset dan dampak hasil penelitian, jumlah kutipan penelitian, jumlah penghargaan nobel yang diterima oleh staf dan alumni.

"Dari indikator ini saja kita sudah bisa memahami bahwa seharusnya Menristekdikti bukan mengimpor rektor namun harus menambah jumlah dana riset, membangun relasi antara dunia industri dan kampus, meningkatkan kualitas dosen," papar Aza.

Alokasi anggaran untuk pendidikan mencapai Rp 492,5 triliun pada 2019 dan untuk riset hanya sebesar Rp 35,7 triliun. Jumlah ini setara dengan 0,24 persen dari Penerimaan Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2018 sebesar Rp 14.837,4 trilliun. Jika dibandingkan dengan Singapura yang mengalokasikan investasi riset mencapai 2 persen dari PDB-nya, maka persentase dan nominalnya sangat kecil.

"Wacana Menristekdikti ini bisa jika tidak hati-hati akan terjadi malpraktik pendidikan tinggi Indonesia akibat masalah pendidikan tidak diberikan obat yang tepat. Apalagi mendekati akhir masa jabatan, nuansa politis bisa masuk misalnya agar Menristek bisa dipilih kembali oleh Presiden Jokowi di periode mendatang. Tentu ini sebuah langkah yang perlu diperhatikan seksama," tutup Aza dalam keterangan tertulis.

QS World University Ranking merilis peringkat kampus dunia pada 2019. Hasilnya, UI berada di peringkat ke-296 dunia, UGM di peringkat ke-320 dunia, ITB berada di peringkat ke-331 dunia. Terjadi penurunan peringkat dari tahun 2018 dimana UI di posisi 277, ITB tetap pada posisi 331 dan UGM meningkat dari peringkat 401 dunia.

Kolom Komentar


Video

Detik-detik Terakhir Ustaz Tengku Zulkarnain

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Mendag Dibela PKB, Noel: Ada Apa Dengan Senayan, Ini Soal Bisnis?
Politik

Mendag Dibela PKB, Noel: Ada..

11 Mei 2021 23:56
Gus AMI: Rencana Kenaikan PPN Menambah Beban Hidup Rakyat Kecil
Politik

Gus AMI: Rencana Kenaikan PP..

11 Mei 2021 22:35
PP Muhammadiyah: Di Masa Pandemi, Zakat Bisa Jadi Social Solidarity
Politik

PP Muhammadiyah: Di Masa Pan..

11 Mei 2021 22:10
Dibanding Naikkan PPN, Politisi PDIP Ini Usul Sri Mulyani Bikin Tax Amnesty Jilid II
Politik

Dibanding Naikkan PPN, Polit..

11 Mei 2021 21:40
Kamrussamad: Rencana Kenaikan PPN 15 Persen Bukti Kegagalan Sri Mulyani Kelola Fiskal Negara
Politik

Kamrussamad: Rencana Kenaika..

11 Mei 2021 20:57
4.123 Pemudik Positif Covid-19, Muhaimin Iskandar: Lihatlah India, Tolong Jangan Memaksakan Diri
Politik

4.123 Pemudik Positif Covid-..

11 Mei 2021 20:18
Idul Fitri Dirayakan Bersama, Ace Hasan: Menunjukkan Umat Islam Indonesia Bersatu
Politik

Idul Fitri Dirayakan Bersama..

11 Mei 2021 20:05
Jaga Tradisi, Politisi Nasdem Ini Salurkan Paket Lebaran Ke Panti Asuhan
Politik

Jaga Tradisi, Politisi Nasde..

11 Mei 2021 19:59