Operasi Menggeser Luhut Dari Lingkaran Jokowi Atas Kehendak Megawati

Sabtu, 03 Agustus 2019, 20:11 WIB
Laporan: Faisal Aristama

Luhut B. Panjaitan/Net

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan disebut-sebut bakal mengambil alih peran sentral Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo. Namun, hal itu dianggap wajar, pasalnya, tiap elit pasti berebut untuk mendapat pengaruh Presiden jelang penentuan jajaran menteri kabinet.

Pengamat sekaligus Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun mengatakan, persaingan diantara "orang-orang kuat" di lingkaran Jokowi adalah hal wajar menjelang pembentukan kabinet Jokowi-Maruf jilid II.

Orang-orang kuat yang dimaksud Refly adalah Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputeri, Ketum Nasdem Surya Paloh, Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan Ketum PKPI Hendropriyono, dan Kepala BIN Budi Gunawan.

"Jadi, ada beberapa orang-orang kuat di lingkaran Jokowi yang ketokohannya itu bisa melebihi pembantu-pembantu (menteri) Jokowi lainnya. Nah, bukan tidak mungkin diantara enam orang ini terjadi persaingan," ujar Refly kepada wartawan seusai diskusi publik di Gado-Gado Boplo, Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (3/8).

Adapun, terkait peran Budi Gunawan yang disebut-sebut telah menggantikan peran Luhut B. Panjaitan itu, disinyalir muncul karena diduga erat kaitannya dengan sikap PDIP. Sebab, pada periode pertama Jokowi PDIP agaknya kurang suka dengan figur Luhut.

"Megawati itu satu paket dengan BG (Budi Gunawan). Saya kira kedekatan BG dengan PDIP itu sesuatu yang sudah menjadi rahasia umum. Lalu, makin kuat peran BG karena endorsment dari PDIP juga," kata Refly.

"Ya dalam politik biasalah intrik politik," imbuhnya menambahkan.  
EDITOR: AZAIRUS ADLU

Kolom Komentar


Video

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

Kamis, 08 Agustus 2019
Video

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Jumat, 09 Agustus 2019
Video

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Rabu, 14 Agustus 2019