Anton Tabah Tegaskan Bendera Yang Dibawa Enzo Adalah Bendera Tauhid, Bukan HTI

Enzo Zenz mendapat dukungan MUI untuk terus berkarir sebagai taruna akmil/Net

Sosok Enzo Zenz Allie menuai pujian sekaligus cacian. Dipuji karena jadi pria berdarah blasteran Prancis-Indonesia yang lolos menjadi calon taruna di Akademi Militer TNI. Dicaci karena sebuah foto dirinya tengah membawa bendera tauhid.

Kondisi ini tak lepas dari pengamatan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI). Enzo pun didoakan mampu sukses menjalani karirnya sebagai taruna Akmil, meski mendapat cercaan dari sejumlah pihak.

"MUI dan Depdagri, sejak kasus pembakaran bendera tauhid di Garut 2018, tegas menyebut bahwa bendera yang dibakar Banser bukan bendera HTI, tapi bendera tauhid milik umat Islam sedunia. Dan di Indonesia tidak dilarang memiliki, menyimpan, dan mengibarkannya di event-event tertentu," ucap pengurus MUI Pusat, Anton Tabah Digdoyo, ketika dihubungi redaksi.   

Dia menambahkan,"Maka sangat naif jika menuduh Enzo, calon taruna Akmil yang berfoto dengan bendera Tauhid sebagai terpapar radikal, pro HTI, dll."

Anton pun menegaskan kalau bendera yang dibawa Enzo bukan bendera HTI. Dia malah menyindir pihak-pihak yang alergi dengan bendera tauhid yang dinyatakan sah.

"Itu bukan bendera HTI, karena Mendagri sudah menjelaskan kalau bendera HTI ada tulisan HTI-nya. Maka jangan mudah nuduh radikal.
Harusnya kita lebih sensi dengan bendera-bendera dan logo-logo PKI yang jelas dilarang UU. Bukan malah alergi dengan bendera tauhid yang sah," lanjut pengurus ICMI Pusat tersebut.

Menurut purnawirawan Polri berpangkat Brigjen tersebut, lafadz tauhid sangat mulia dan jadi cita-cita setiap muslim ketika menghadapi maut. Termasuk ketika membela NKRI, melawan musuh yang mengancam kedaulatan NKRI.

"Tapi kenapa politik di Indonesia kini anggap kalimat tauhid ini hina dan nista? Semua yang bawa kalimat tauhid dicap radikal? OPM Papua yang bakar bendera merah putih dan bunuh TNI bukan radikal?" tanya Anton.

Anton pun kembali menegaskan kalau bendera tauhid itu berbeda dengan bendera HTI atau organisasi lainnya.

"Rakyat pasti marah jika, kalimat tauhid dilecehkan. Berulang kali dijelaskan, bendera tauhid itu bendera umat Islam. Bukan milik HTI, bukan milik partai atau kelompok tertentu," tandas Anton.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Idul Fitri Ditengah Pandemi

Kamis, 28 Mei 2020
Video

VIRAL, Potongan Video SBY yang di Unggah Tahun 2018

Kamis, 28 Mei 2020

Artikel Lainnya

Asosiasi Dosen Kutuk Keras Tindakan Intimidasi Pada Mahasiswa UGM Yang Diskusikan Pemecatan Presiden
Politik

Asosiasi Dosen Kutuk Keras T..

30 Mei 2020 06:14
Diminta Kedepankan Keselamatan Rakyat, Pemerintah Harus Hati-hati Terapkan New Normal Hadapi Covid-19
Politik

Diminta Kedepankan Keselamat..

30 Mei 2020 05:41
Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Mendorong Isu PKI Kembali Mencuat
Politik

Pembahasan RUU Haluan Ideolo..

30 Mei 2020 01:32
DPR Tegaskan Keputusan Pilkada 2020 Digelar Desember Sudah Terukur
Politik

DPR Tegaskan Keputusan Pilka..

30 Mei 2020 01:22
Halal Bihalal Virtual, Airlangga Hartarto Instruksikan Kader Partai Golkar Menjaga Protokol New Normal
Politik

Halal Bihalal Virtual, Airla..

30 Mei 2020 00:13
Libatkan TNI/Polri, Pendisiplinan Masyarakat Hadapi Covid-19 Harus Humanis
Politik

Libatkan TNI/Polri, Pendisip..

30 Mei 2020 00:13
Soal Kedatangan 500 TKA Cina, Jubir Luhut: Tak Ada Ancaman Rumahkan Pekerja Lokal Di Konawe
Politik

Soal Kedatangan 500 TKA Cina..

29 Mei 2020 23:47
Subur Sembiring Klaim Ambil Alih Kepemimpinan Partai Demokrat Dari AHY
Politik

Subur Sembiring Klaim Ambil ..

29 Mei 2020 22:30