Rombak Direksi BUMN, Rini Sama Saja Tinggalkan Beban Untuk Menteri Penerusnya

Selasa, 13 Agustus 2019, 23:42 WIB
Laporan: Raiza Andini

Menteri BUMN, Rini Soemarno/Net

Rencana perombakan manajemen lima perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jelang pergantian menteri kabinet kerja dinilai dapat memberikan dampak buruk.

Hal itu dikatakan Direktur Riset Center of Perform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah Redjalam dalam menanggapi rencana Menteri BUMN, Rini Soemarno.

“Etisnya adalah di masa transisi tidak ada perubahan signifikan karena kekhawatiran membebani menteri yang akan melanjutkan,” papar Piter di acara diskusi yang digelar di Hotel Sofyan, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/8).

Piter khawatir jika perombakan tetap dilakukan di periode berikutnya, jajaran ini tak sejalan dengan visi misi menteri baru. Sebab belum ada jaminan Rini Soemarno akan kembali menduduki posisi menteri BUMN.

“Kalau tidak sesuai, ini akan sulit,” tambahnya.

Menurutnya, dalam masa transisi ini bukan waktu yang tepat untuk mengganti susunan direksi lima perusahaan BUMN. Terlebih periode kerja menteri kabinet Jokowi di periode 2014-2019 tinggal menghitung bulan.

"Tidak ada alasan mendesak untuk mengganti direksi BUMN. Jangan merusak tatanan tata kelola yanga sudah ada," tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

Kamis, 08 Agustus 2019
Video

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Jumat, 09 Agustus 2019
Video

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Rabu, 14 Agustus 2019