Gerindra Harus Transparan Agar Penumpang Gelap Tak Berujung Hoax

Rabu, 14 Agustus 2019, 05:38 WIB
Laporan: Diki Trianto

Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto/Net

Keberadaan penumpang gelap yang diungkap Gerindra dalam Pilpres 2019 dinilai bukan hal yang baru dalam dunia perpolitikan.

"Sama halnya dengan provokator, penumpang gelap memang sering ada dalam politik. Tujuannya biasanya negatif, mengadu domba atau memberikan informasi yang salah," kata pengamat politik Igor Dirgantara kepada Kantor Berita RMOL, Selasa (13/8).

Meski demikian, ia berpendapat ungkapan yang dilontarkan Wakil Ketua Umum Gerindra, Sufmi Dasco harus diungkap secara gamblang.

Terlebih penumpang gelap ini diakui telah memboncengi Prabowo Subianto dengan tujuan membuat kegaduhan di akar rumput.

"Sebaiknya diungkap ke publik agar tidak menjadi fitnah politis yang liar dan menyasar ke mana-mana," tegasnya.

Dewasa ini, kata Igor, masyarakat perlu diberi informasi yang jelas terkait identitas dan keberadaan free rider yang dituduhkan.

"Jika tidak diungkap dengan transparan, maka isu ini cenderung menjadi hoax, atau dianggap sebagai manuver politik demi kepentingan politik tertentu," lanjut Director Survey and Polling Indonesia (SPIN) ini.

"Penumpang gelap ini diduga bisa dari ormas atau parpol tertentu, juga 'oknum individu' yang tidak peduli akan terciptanya suasana kondusif pasca Pemilu 2019," tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

Kamis, 08 Agustus 2019
Video

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Jumat, 09 Agustus 2019
Video

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Rabu, 14 Agustus 2019