Jaksa Agung Bukan Dari Parpol, Jokowi Cuma Ingin Redam Ketegangan PDIP Vs Nasdem

Rabu, 14 Agustus 2019, 16:34 WIB
Laporan: Ruslan Tambak

Megawati Soekarnoputri dan Surya Paloh/Net

Presiden Joko Widodo yang menyatakan posisi Jaksa Agung bukan dari partai politik pada Kabinet Kerja jilid II dinilai hanya untuk meredam ketegangan antara PDI Perjuangan dengan Partai Nasdem.

"Kalau tidak diredam, kan bisa membunuh Jokowi sendiri," kata pengamat politik dan anggaran, Uchok Sky Khadafi kepada Kantor Berita RMOL, Rabu (14/8).

Jabatan Jaksa Agung sempat menjadi pergunjingan politik antara PDIP dan Nasdem. Nasdem berkeinginan tetap mendapat jatah posisi Jaksa Agung seperti di periode pertama. Namun, PDIP menilai posisi itu harus diisi oleh kalangan profesional.

Menurut Uchok, kalau ketegangan PDIP vs Nasdem tidak segera diredam, akan menimbulkan konflik di internal koalisi, bahkan bisa "membunuh" Jokowi sendiri.

Namun demikian, lanjut Uchok, putusan itu belum tentu final. Bisa saja Jokowi tetap mengangkat Jaksa Agung yang berafiliasi dengan partai politik.

"Itu bukan hitam putih, karena Jokowi kan banyak mengeluarkan pernyataan yang berbenturan. Jadi sekali lagi, ini hanya pernyataan untuk meredam," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

Kamis, 08 Agustus 2019
Video

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Jumat, 09 Agustus 2019
Video

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Rabu, 14 Agustus 2019