Said Didu: Saat Pemimpin Dikelilingi Pemaki, Kehidupan Bangsa Bakal Tegang

Jumat, 23 Agustus 2019, 04:49 WIB
Laporan: Ahmad Alfian

Said Didu/Net

Cara-cara merebut kekuasaan akan mempengaruhi pola-pola penguasa dalam memimpin suatu negeri. Begitu juga yang terjadi di tanah air saat ini.

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu bahkan telah mewanti-wanti sejak Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2012 lalu.

Kala itu, dia khawatir cara-cara merebut kekuasaan dengan memaki pihak lain bakal merusak kohesivitas sosial.

“Sejak 2012 saya sudah sangat khawatir dengan cara merebut kekuasaan lewat cara memaki pihak lain yang sudah merusak kohesivitas sosial,” terangnya dalam akun Twitter pribadi, Kamis (22/8).

Mantan Staf Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu mengingatkan bahwa NKRI lahir dari kesepakatan bersama, sehingga sangat penting menjaga kohesivitas sosial.

Baginya, seorang pemimpin yang dikelilingi dan didukung orang-orang yang pandai memaki akan sangat berbahaya bagi negeri yang majemuk. Alhasil, nantinya Indonesia akan dipenuhi ketegangan dan ketidakadilan.

“Saat pemimpin dikelilingi dan didukung oleh para pemaki, penjilat, dan kutu loncat, maka kehidupan bangsa akan diwarnai dengan ketegangan dan ketidakadilan,” tutupnya.

Kolom Komentar


Video

Selamat Hari Museum

Sabtu, 19 Oktober 2019
Video

Kolone Tongkat oleh Peserta Pramuka Terbanyak

Sabtu, 19 Oktober 2019
Video

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Sabtu, 19 Oktober 2019