Dulu Tolak Pemindahan Ibukota, Sekarang Jawaban Ahok Datar

Senin, 26 Agustus 2019, 16:05 WIB
Laporan: Bonfilio Mahendra Wahanaputra

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok/RMOL

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pernah menolak pemindahan ibukota negara dari DKI Jakarta.

Saat masih menjabat Wakil Gubernur DKI tahun 2013, Ahok mengatakan permasalahan ibukota cukup dengan mengatasinya. Misalnya macet, bangun loop line Ketera Api dan perbanyak bus gratis.

"Kalau (menurut) saya, rakyat kita masih susah, untuk apa menghabiskan ratusan triliun (untuk bangun ibukota baru) hanya mengatasi macet (Jakarta), gara-gara di sini macet, lalu ibukota pindah," kata dia.

"Kalau di sini macet, diatasin dong macetnya dimana, bukan bikin proyek ratusan triliun (ibukota baru), itu satu masalah baru," tambah Ahok waktu itu.

Sekarang, saat ditanya soal rencana pemindahan ibukota yang diwacanakan pemerintahan Presiden Joko Widodo, jawaban politisi PDIP datar.

"Enggak tahu. Itu wilayah (pemerintah) pusat ya," ucap Ahok di sele-sela menghadiri pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024, di Gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (26/7).

Saat dipertegas lagi bagaimana pandangannya mengenai ibukota yang akan dipindah ke Kalimantan Timur, jawaban Ahok seakan mengelak.

"Saya kira itu keputusan lama sebetulnya," ujar suami Puput Nastiti Devi ini.

Kolom Komentar


Video

Selamat Hari Museum

Sabtu, 19 Oktober 2019
Video

Kolone Tongkat oleh Peserta Pramuka Terbanyak

Sabtu, 19 Oktober 2019
Video

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Sabtu, 19 Oktober 2019