Video Tolak Pelantikan Jokowi Sudah Beredar Luas

Foto: Repro

Ketidakhadiran Presiden Joko Widodo di tengah kemelut yang sedang terjadi di Papua dan Papua Barat memperlihatkan ketidakmampuannya menangani persoalan. Juga memperlihatkan ketidaktulusannya selama ini membangun Papua.

Itu antara lain yang disampaikan seorang orator dalam sebuah potongan video yang beredar sepanjang hari ini di jejaring media massa.

Sang orator yang identitasnya belum diketahui pasti bersama dua rekannya berdiri di atas “mobil komando” di depan pagar Gedung DPR/DPD/MPR, Senayan, Jalan Gatot Subroto.

Di bawah sang orator, berkumpul massa yang menghadiri aksi. Tak jarang massa aksi berteriak memberikan dukungan.

Belum diketahui kapan orasi disampaikan, juga belum diketahui organisasi mana yang menggelar kegiatan ini.

Sang orator mengatakan, jalan keluar untuk mengatasi persoalan yang sedang terjadi di Papua akibat ketidakmampuan dan ketidaktulusan Jokowi, adalah dengan menolak pelantikan Jokowi yang dinyatakan menang dalam Pilpres 2019.

“Ketika rakyat Papua berada dalam situasi disintegrasi bangsa, Jokowi tidak mampu memperlihatkan kewibawaan dia, kearifan dia sebagai Presiden Republik Indonesia. Oleh karena itu, yang paling harus kita lakukan, jangan terprovokasi kemana-mana. Ini pesan rakyat yang saya terima tadi: tolak pelantikan Jokowi. Bangsa selamat,” ujarnya sambil memegang sebuah spanduk putih bertuliskan “Tolak Pelantikan Jokowi”.

Massa aksi yang mendengar dan menyaksikan orasi itu bergemuruh memberikan dukungan.

“Papua adalah anak sah NKRI. NKRI harga mati. Tetapi Jokowi membuat NKRI mati harga. Artinya, Jokowi membuat NKRI tidak laku di hadapan bangsa Papua,” kata dia lagi. Masih disambut dukungan massa aksi.

Dia menambahkan, Jokowi adalah presiden yang paling sering pergi ke Papua.

“Tetapi hatinya tidak tulus untuk orang Papua,” sambungnya.

Dia juga mengingatkan massa pada perintah Presiden Sukarno dalam Tritura yang isinya antara lain adalah bubarkan negara boneka Papua bentukan Belanda.

Orasi yang disampaikan pria itu tidak utuh. Video yang beredar tersebut hanya berdurasi 1 menit 55 detik.  

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Senior LIPI: PDIP Belum Legowo Karena Jokowi Tidak Penuhi Keinginan Mega
Politik

Senior LIPI: PDIP Belum Lego..

28 Oktober 2020 18:50
Siti Zuhro: Seyogyanya Partai Pendukung Utama Dapat Porsi Besar
Politik

Siti Zuhro: Seyogyanya Parta..

28 Oktober 2020 18:29
Ganjar Dan Anies Potensial Di 2024, Pengamat: Peta Politiknya Mirip Pilpres 2019
Politik

Ganjar Dan Anies Potensial D..

28 Oktober 2020 18:25
IPO: Jokowi Mungkin Saja Melakukan Reshuffle Jika Ada Yang Memantik
Politik

IPO: Jokowi Mungkin Saja Mel..

28 Oktober 2020 17:53
Berambisi Menangkan Pilkada, Demokrat Gerakkan Roda Partai Mirip Total Football
Politik

Berambisi Menangkan Pilkada,..

28 Oktober 2020 17:52
Fadli Zon Kepada Henry Subiakto: Banyakin Baca Pak Profesor, Jangan Keberatan Gelar
Politik

Fadli Zon Kepada Henry Subia..

28 Oktober 2020 17:42
Survei Pilpres 2024: Tito Punya Elektabilitas, Bahkan Mengancam Prabowo
Politik

Survei Pilpres 2024: Tito Pu..

28 Oktober 2020 17:37
Survei Kandidat Capres 2024, IPO: Ganjar Dan Prabowo Masih Teratas
Politik

Survei Kandidat Capres 2024,..

28 Oktober 2020 17:28