Enggak Perlu Panggil Tiongkok, Ini Cara Rizal Ramli Bereskan Defisit BPJS

Senin, 02 September 2019, 22:32 WIB
Laporan: Diki Trianto

Ekonom Rizal Ramli/RMOL

Pernyataan pemerintah yang hendak menggandeng perusahaan asuransi asal Tiongkok, Ping An Insurance untuk turut serta membereskan defisit BPJS Kesehatan dikritisi ekonom senior, Rizal Ramil.

Menurutnya, persoalan BPJS bukan hal luar biasa yang mengharuskan melibatkan perusahaan asing.

"Ini masalah (BPJS Kesehatan) enggak ribet-ribet amat kok kalau kita mau benahi," kata Rizal Ramli dalam acara Fakta TVOne, Senin (2/9).

Pertama yang ia singgung adalah soal pola iuran BPJS yang saat ini melibatkan peserta, perusahaan dan pemerintah. Pemerintah harus tetap mensubsidi biaya yang dikeluarkan masyarakat.

Kemudian komponen pembiayaan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Diakui, pembiayaan ini memang harus dinaikkan.

"Kita benahi BPJS supaya kekuatan finansialnya lebih kuat, lebih baik dari segi penerimaan iuran, tapi tetap ada prinsip cross subsidy yang mampu dan yang tidak mampu," lanjutnya.

Maslah lain adalah pembenahan sistem IT. Sistem yang diterapkan dalam pelayanan BPJS harus ditingkatkan. Contohnya pola antrean dan efisiensi syarat-syarat pengajuan pelayanan.

"Ibu-ibu dateng enggak usah bawa surat ini itu, cukup satu kartu dong. Kedua, kalau ngantri dia tahu besok harus datang jam berapa, bisa diperbaiki. Orang udah nyampe bulan, Mars, ini (BPJS) enggak ada canggih-canggihnya sama sekali," tegasnya.

"Jadi enggak perlu minta bantuan Tiongkok buat urusan kayak gini aja," tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Celoteh Jokowi Tidak Ada Kebakaran Hutan Faktanya Nol Besar

Jumat, 13 September 2019
Video

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Sabtu, 14 September 2019
Video

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Senin, 16 September 2019