Polri Dan Kejaksaan Punya Dewan Pengawas, Kenapa KPK Alergi?

Massa dari Gerakan Mahasiswa Jakarta/Net

UU KPK yang baru disahkan bukan sebagai pelemahan, tapi lebih kepada penguatan antirasuah sebagai lembaga penegak hukum dalam pemberantasan korupsi. Soal adanya klausul Dewan Pengawas KPK tidak perlu ditakuti.

Demikian disampaikan Koordintor Lapangan Aksi dari Gerakan Mahasiswa Jakarta, Abdul Hakim El di depan Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (20/9). Peserta aksi GMJ berjumlah sekitar 80 mahasiswa.

Mereka mendukung revisi UU 30/2002 tentang KPK yang sudah disahkan oleh DPR dan pemerintah.

Menurut Abdul, kehadiran Dewan Pengawas dalam sebuah lembaga negara bukanlah hal baru, atau sengaja dibuat khusus untuk KPK. Buktinya lembaga negara yang lain tidak apatis terhadap adanya Dewan Pengawas, seperti Polri yang diawasi Kompolnas, Kejaksaan yang diawasi Komisi Kejaksaan.

"Lalu mengapa KPK merasa alergi dengan adanya Dewan Pengawas?" papar Abdul saat menyampaikan orasi.

Dia menambahkan tidak perlu cemas dengan adanya Dewan Pengawas. Keberadaannya akan memperkuat KPK dalam menjalankan kinerja dengan baik dan lebih hati-hati dengan tetap berdasarkan pada peraturan dan azas hukum yang berlaku.

Kerja keras DPR dan pemerintah dalam merevisi UU KPK harus dihormati.

"Dan untuk kedepannya kita harus mendukung dan mengawal penuh Ketua KPK terpilih yaitu Irjen Firly Bahuri yang sah secara konstitusi. Dan saya harapkan kepada warga Indonesia dan Jakarta untuk tidak lagi mempermasalahkan tentang UU KPK, karena sudah jelas revisi UU ini sudah di sahkan," tambah Abdul.

Dalam asksinya, Mahasiswa Gerakan Jakarta menyampaikan empat poin pernyataan sikap. Pertama, mendukung penuh UU KPK yang telah disahkan. Kedua, mengawal penuh KPK di bawah kepemimpinan Firly Bahuri.

Ketiga, meminta kepada seluruh instrumen KPK untuk fokus bekerja melakukan tugas dan kewajibannya. Keempat, meminta kepada seluruh rakyat Indonesia untuk percaya dan mendukung penuh UU KPK dan KPK kedepannya yang dipimpin Firly Bahuri.

Kolom Komentar


Video

Idul Fitri Ditengah Pandemi

Kamis, 28 Mei 2020
Video

VIRAL, Potongan Video SBY yang di Unggah Tahun 2018

Kamis, 28 Mei 2020

Artikel Lainnya

Ridwan Kamil Diminta Tak Remehkan Rekomendasi Pansus III DPRD Jabar
Politik

Ridwan Kamil Diminta Tak Rem..

29 Mei 2020 12:50
Mahfud MD Hanya Ingin Masyarakat Tidak Paranoid, Bukan Anggap Enteng Corona
Politik

Mahfud MD Hanya Ingin Masyar..

29 Mei 2020 12:50
Meski Masih Pandemik, Jokowi Tegaskan Proyek Strategis Nasional Tetap Jalan
Politik

Meski Masih Pandemik, Jokowi..

29 Mei 2020 12:34
Selama Belum Aman Dari Covid-19, Jangan Coba-coba Sekolah Kembali Dibuka
Politik

Selama Belum Aman Dari Covid..

29 Mei 2020 12:31
Ketum PWI Minta Media Terus Berperan Positif Saat Corona Dan Tetap Jaga Daya Kritis
Politik

Ketum PWI Minta Media Terus ..

29 Mei 2020 12:31
Punya Hak Kritik, Polisi Tidak Boleh Seenaknya Terhadap Ruslan Buton
Politik

Punya Hak Kritik, Polisi Tid..

29 Mei 2020 12:25
Pakar: Vonis Ringan Pada Saeful Bahri Jadi Indikator Semangat Pemberantasan Korupsi Melemah
Politik

Pakar: Vonis Ringan Pada Sae..

29 Mei 2020 12:16
Kesiapan New Normal Di Indonesia Terbilang Masih Mentah
Politik

Kesiapan New Normal Di Indon..

29 Mei 2020 12:05