Banyak Kasus Masih Mangkrak, Kok Bisa-Bisanya Jokowi Jadi Anak Reformasi

Minggu, 22 September 2019, 17:18 WIB
Laporan: Raiza Andini

Jokowi/Net

Kalangan aktivis merasa penyematan gelar Putra Reformasi kepada Presiden Joko Widodo yang dilakukan Universitas Trisakti kurang tepat.

Aktivis ’98, Faisal Saimima menilai Jokowi tidak pantas mendapat gelar tersebut. Pasalnya, sambung aktivis Front Kota (Fronkot) itu, tidak ada yang istimewa dari Jokowi untuk reformasi.

“Menurut saya nggak pantas, karena apa yang dia lakukan adalah tugas dan tanggung jawab selaku seorang presiden saja. Nggak ada yang istimewa,” ucapnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (22/9).

Menurutnya, Jokowi belum dapat dikatakan Putra Reformasi. Sebab, masih banyak kasus reformasi yang belum tuntas dan masih mangkrak.

“Bagaimana mungkin mau menjadi anak reformasi kalau pengusutan terhadap korban-korban tragedi reformasi enggak dilakukan,” katanya.

Dia menyayangkan Universitas Trisakti yang dikenal menjadi salah satu pelopor perubahan dan reformasi justru malah memberikan predikat Putera Reformasi kepada Jokowi

“Bukan kecewa tapi mengkritik. Kalau kecewa maka Trisakti punya kewenangan memberikan gelar tersebut sehingga kecewa. Saya kritik karena apa kewenangan Trisakti memberikan gelar tersebut?” tegasnya.

Kolom Komentar


Video

Petugas, Warga Dan Alber Berjibaku Singkirkan Material Longsor

Jumat, 17 Januari 2020
Video

Belajar Dari Youtube, Montir Tamatan SD Rakit Pesawat Terbang

Jumat, 17 Januari 2020
Video

Dewas TVRI Pecat Dirut Helmy Yahya, Maladministrasi Pembelian Program Siaran Liga Inggris

Jumat, 17 Januari 2020