Darwin Sesalkan Tindakan Polisi Brutal Yang Aniaya Wartawan Dan Demonstran

Salah satu tindakan oknum polisi yang masuk masjid dan amankan mahasiswa/Repro

Tindakan represif aparat kepolisian saat menghadapi aksi demonstrasi kembali berulang. Selain tindakan intimidasi polisi terhadap wartawan di Jakarta, ternyata salah satu wartawan di Makassar juga mengalami tindakan keji yang sama.

Muhamad Darwin Fatir, wartawan Antara mengalami pengeroyokan dan penganiayaan oleh aparat kepolisian, saat berusaha meliput tindakan keji oknum aparat kepolisian yang menganiaya para demonstran.

"Oknum polisi itu pun berlarian menangkapi mereka dan terlihat sangat emosional,  lalu memukulinya secara brutal bahkan diantara mereka ada yang berdarah-darah. Padahal mereka belum tentu pelaku kriminal apalagi melakukan aksi anarkis," demikian keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (25/9).

Darwin menjelaskan bahwa tindakan represif polisi itu diliput oleh media dan berdampak pada kredibilitas kepolisian di mata publik.

Setelah diingatkan beberapa oknum polisi malah melarang meliput dan mencoba menghalangi seraya menghardik lalu mengeroyok.

"Saya dikerumuni mereka lantas dipukuli beramai-ramai seperti mahasiwa tadi. Saya beserta kawan media lain yang juga meliput berusaha mengatakan bahwa kami dari media, wartawan. Tapi kami tetap disikat, hingga kepala saya  kena pentungan, sampai bocor, tangan lebam hingga perut dan dada masih sesak," cerita Darwin.

Darwin menyesalkan tindakan represif aparat, padahal yang dia tahu mahasiswa hanya tergerak menyuarakan aspirasi politiknya tanpa ada yang menunggangi.

"Apakah perlakuan aparat harus sebrutal itu, apakah selama  mereka dididik diajarkan bisa memukuli sodaranya sendiri.Tidakkah penanganan mahasiswa bisa lebih baik dari pada harus refresif mengingat ini adalah agenda nasional yang menggerakkan hampir seluruh mahasiswa di Indonesia," demikian tulis Darwin.

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | CATATAN KAMI, Dr Ahmad Yani

Jumat, 07 Agustus 2020
Video

RMOL World View | Di Balik Ledakan Lebanon Bersama Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y Thohari

Jumat, 07 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Pejabat Tinggi Pemprov Ramai-ramai Mundur, Ada Apa?
Politik

Pejabat Tinggi Pemprov Ramai..

11 Agustus 2020 06:04
Pendiri PAN Pertanyakan Jasa Fahri Hamzah Dan Fadli Zon Untuk Negara
Politik

Pendiri PAN Pertanyakan Jasa..

11 Agustus 2020 05:22
Senator Jakarta: Kepala Daerah Jangan Paksakan Diri Terapkan Sekolah Tatap Muka
Politik

Senator Jakarta: Kepala Daer..

11 Agustus 2020 03:58
MPR  Dorong Pemerintah Segera Lakukan Terobosan Meredam Peningkatan Kasus Covid-19
Politik

MPR Dorong Pemerintah Seger..

11 Agustus 2020 03:20
Pengamat: Calon Tunggal Vs Kotak Kosong Terjadi Karena Hilangnya Idealisme Partai
Politik

Pengamat: Calon Tunggal Vs K..

11 Agustus 2020 02:56
AHY-Anies Untuk Pilpres 2024, Benny Harman: Ini Bentuk Kepedulian Rakyat Terhadap Masa Depan Bangsa
Politik

AHY-Anies Untuk Pilpres 2024..

11 Agustus 2020 02:33
Keberhasilan Jokowi Juga Tidak Lepas Dari Pemerintahan SBY
Politik

Keberhasilan Jokowi Juga Tid..

11 Agustus 2020 01:36
Mendagri, Mensos Dan Menkeu Terbitkan SKB Untuk Percepatan Pemutakhiran DTKS
Politik

Mendagri, Mensos Dan Menkeu ..

11 Agustus 2020 01:02