Nunggak BPJS Tidak Bisa Berpanjang SIM, Rizal Ramli: Kejam Banget!

Kamis, 10 Oktober 2019, 13:59 WIB
Laporan: Ruslan Tambak

Rizal Ramli/Rep

Pemerintah resmi menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang akan berlaku awal 2020. Kebijakan ini diambil untuk menutup defisit BPJS kesehatan yang terus mebengkak.

Bukan hanya menaikkan iuran, peserta yang menunggak pembayaran iuran juga akan kena sanksi, diantaranya tidak bisa memperpanjang SIM, paspor hingga tidak bisa mengajukan kredit perbankan.

Ekonom senior Dr. Rizal Ramli mengatakan, tawaran sanksi-sanksi itu sangat mengada-ada.

"Saya enggak setuju sanksinnya misalnya soal SIM tadi. Buat rakyat kita, SIM itu buat kerja kok, ngojek dan seterusnya," kata RR sapaan akrab Menko Pereokomian era Presiden Gus Dur itu dalam acara talkshow tvOne "BPJS Kesehatan: Iuran Naik, Nunggak Disanksi", Rabu malam (9/10).

BPJS Kesehatan memang sangat diperlukan rakyat agar sehat dan sejahterah, tapi bukan berarti program ini malah membebenai.

"Saya enggak setuju itu, yang enggak bayar (BPJS) enggak bisa bikin SIM. Ini kejam banget, buat rakyat di bawah punya SIM itu bisa ngojek, masak buat cari makan saja dibikin susah," ujar RR lagi.

Untuk itu, dia memberikan solusi terkait masalah yang membelit BPJS Kesehatan. Salah satunya dengan cara, meningkatkan iuran dari korporasi karena selama ini dinilai belum optimal.

Juga, harus dilakukan pembenahan sistem IT BPJS Kesehatan.

Kolom Komentar


Video

Kolone Tongkat oleh Peserta Pramuka Terbanyak

Sabtu, 19 Oktober 2019
Video

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Sabtu, 19 Oktober 2019
Video

PKS Konsisten Oposisi

Senin, 21 Oktober 2019