Andi Arief: Penikaman Wiranto Bukti Hubungan Rakyat Dengan Pemerintah Tersumbat

Wiranto usai tertikam/Net

Insiden penikaman Menteri Koordinator Politik, hukum dan keamanan (Menko Polhukam) Jenderal TNI (Purn) Wiranto menjadi perhatian berbagai kalangan.

Politisi Partai Demokrat, Andi Arief menyatakan keprihatinannya. Dia mengaku terpukul dengan insiden penikamanan Mantan Panglima ABRI itu.
"Peristiwa tersebut tidak baik untuk proses demokrasi ke depan dan kita percayakan kepada pihak Polri untuk  memproses peristiwa secara hukum," tandas Andi Arief, Kamis (10/10).

Andi menjelaskan dari insiden itu, ada pesan serius yang harus disadarai oleh publik. Orang dekat SBY itu menjelaskan insiden itu menjadi bukti ada masalah hubungan antara masyarakat dan rezim kekuasaan.

Akibatnya, ada seorang warga negara yang berani melukai secara terbuka kepada seorang pejabat negara.
"Ada masalah relasi sosial dan kekuasaan yang tersumbat antara rakyat dan pemimpinnya. Ini harus jadi perhatian kita semua, bagaimana mungkin ada warga yang sengaja ingin mencelakai seorang pejabat setingkat menteri," tukas mantan aktivis 98 itu.

Meski demikian, Andi Arief berharap, agar mantan Ketua Umum Hanura itu segera sembuh. Dia berharap kedepan, kejadian serupa tidak terulang kembali.  

"Kita butuh keadaan yang lebih santai dimana warga justru bisa berbicara, duduk bersama dan mengadukan masalah mereka secara langsung kepada para pejabat," pungkasnya.

Diketahui, Wiranto mengalami luka di bagian perut usai ditusuk seseorang. Peristiwa ini terjadi saat Wiranto keluar dari mobil dinas RI 16 yang ditumpanginya saat berkunjung di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten.

Diduga pelaku penyerangan dan penusukan terhadap Wiranto terpapar jaringan ISIS. Pelaku bernama Sahril Alamsyah dan Fitri Adriana. Keduanya diduga bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi ke jaringan ISIS.

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

Kasus OTT Di Kemendikbud, Muhtar Said: KPK Jangan Seolah-olah Jadi Alat Politik
Politik

Kasus OTT Di Kemendikbud, Mu..

25 Mei 2020 22:50
Maruf Amin Minta Maaf, Andi Yusran: Pemerintah Tidak Boleh Sekadar Meminta Maaf, Tapi Upaya Ekstra Cerdas
Politik

Maruf Amin Minta Maaf, Andi ..

25 Mei 2020 21:42
Cerita AHY Rayakan Lebaran Idul Fitri Di Tengah Covid-19 Dan Tanpa Ibu Ani Tercinta
Politik

Cerita AHY Rayakan Lebaran I..

25 Mei 2020 20:58
Siti Fadilah Supari Kembali Dijebloskan Ke Penjara, Andi Arief: Siti Fadilah Bukan Koruptor Dan Penjahat Besar
Politik

Siti Fadilah Supari Kembali ..

25 Mei 2020 19:58
DPR Soal Kepmenkes The New Normal: Negara Belum Mampu Topang 100 Persen Perekonomian
Politik

DPR Soal Kepmenkes The New N..

25 Mei 2020 17:41
MUI: Selebaran Catut DP MUI Tolak Rapid Test Alat PKI Adalah Hoax!
Politik

MUI: Selebaran Catut DP MUI ..

25 Mei 2020 17:12
Pemerintah Keluarkan Kepmenkes The New Normal, Saleh Daulay:  Jangan Terlalu Gembira Dengan Aturan!
Politik

Pemerintah Keluarkan Kepmenk..

25 Mei 2020 15:37
Copot Kapolsek Tertidur, Kapolda Jatim Diminta Belajar Dari Menhan Prabowo
Politik

Copot Kapolsek Tertidur, Kap..

25 Mei 2020 15:16