Sindir Arteria, Jubir KPK: Politisi Jangan Sesatkan Publik!

Febri Diansyah/Net

Masyarakat Indonesia diminta untuk berhati-hati dan tidak termakan informasi bohong alias hoax. Termasuk, hoax yang tengah ramai menyerang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Begitu terang Jurubicara KPK Febri Diansyah menanggapi sejumlah pemberitaan miring mengenai komisi anti rasuah, termasuk tudingan-tudingan yang disampaikan politisi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan.

Salah satu cara untuk menyerang KPK, kata Febri, adalah dengan menggunakan informasi palsu. Baik yang disebarkan oleh orang-orang tertentu ataupun menggunakan teknologi di media sosial.

“Akhir-akhir ini kami temukan sejumlah informasi yang dulu pernah muncul pada tahun 2017 kembali di daur ulang, padahal informasi palsu tersebut sudah pernah dijelaskan sebelumnya," jelas Febri dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (10/10).

Dia meminta publik untuk melakukan pengecekan terus menerus mengenai informasi yang didapat. Apabila ada isu miring tentang KPK, dia menganjurkan untuk cek kevalidan informasi tersebut melalui laman resmi KPK, www.kpk.go.id atau menghubungi Call Center KPK yang ontime 24 jam di nomor 198.

Febri meyakini masyarakat sudah cukup dewasa dan cerdas untuk memilah mana informasi palsu dan mana informasi yang bisa dipercaya.

Atas dasar itu, KPK mengajak semua elemen masyarakat Indonesia untuk bijak dan tidak termakan isu bohong.

Lebih lanjut, Febri menyindir sikap para politisi yang justru terkesan termakan informasi bohong hingga mengarah pada upaya menyebarkan kabar tidak benar tentang KPK. Salah satunya mengenai tudingan-tudingan yang disampaikan Arteria Dahla dalam acara Mata Najwa, Rabu (9/10) lalu.

"Kami mengajak semua pihak, terutama para penyelenggara negara, termasuk politisi untuk berbicara secara benar dan tidak menyesatkan publik dengan informasi-informasi yang tidak benar," cetusnya.

"Rekam jejak kebohongan tentu saja sulit dihapus," imbuh Febri.

Lebih lanjut, KPK juga menyampaikan terimakasih pada seluruh dukungan yang diberikan dari publik, entah itu berupa kritik, apresiasi yang disampaikan melalui berbagai saluran seperti media massa, media sosial hingga suara yang langsung disampaikan dalam demonstrasi.

"Upaya pemberantasan korupsi ini memang tidak mudah dan selalu akan melewati ujian. Namun kita harus terus bergerak," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Pemuda Muhammadiyah: Vaksinasi Harus Direalisasikan Kalau Pemerintah Tak Ingin Kehilangan Kepercayaan Publik
Politik

Pemuda Muhammadiyah: Vaksina..

25 November 2020 05:59
Penghapusan Pajak Hingga Kemudahan Investasi Jadi Senjata Appi-Rahman Di Debat Kedua Pilkada Makassar
Politik

Penghapusan Pajak Hingga Kem..

25 November 2020 05:34
Irmanputra Sidin: Instruksi Mendagri Seperti Curahan Hati Jokowi
Politik

Irmanputra Sidin: Instruksi ..

25 November 2020 04:40
Senator Jakarta: Sekolah Tatap Muka Januari 2021 Tidak Tepat Dan Terlalu Berisiko
Politik

Senator Jakarta: Sekolah Tat..

25 November 2020 02:44
Yusril Ihza Mahendra: Instruksi Mendagri Tak Akan Berpolemik Kalau Mendagri Gunakan Diksi Pemakzulan
Politik

Yusril Ihza Mahendra: Instru..

25 November 2020 02:23
Fadli Zon: Instruksi Mendagri Upaya Resentralisasi Kekuasaan Untuk Hentikan Oposisi
Politik

Fadli Zon: Instruksi Mendagr..

25 November 2020 01:58
Kemenag Susun Naskah Khutbah Jumat Untuk Masjid-masjid, Jaminan Berkualitas Dan Bermutu
Politik

Kemenag Susun Naskah Khutbah..

25 November 2020 00:44
Heran Asing Berperan Lebih Di Indonesia, Megawati: Pak Nadiem Please, Kasih Kesempatan Anak-anak Kita
Politik

Heran Asing Berperan Lebih D..

25 November 2020 00:11