Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Apollo Solar Panel

MUI Apresiasi Tabligh Akbar Moslem United 2 Berjalan Sukses

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/azairus-adlu-1'>AZAIRUS ADLU</a>
LAPORAN: AZAIRUS ADLU
  • Senin, 14 Oktober 2019, 08:40 WIB
MUI Apresiasi Tabligh Akbar Moslem United 2 Berjalan Sukses
Anton Tabah/Net
rmol news logo Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengapresiasi jalannya Tabligh Akbar Moslems United 2 (MU-2) di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 11-13 Oktober 2019 kemarin.

"Alhamdulillah berjalan dengan sukses, lancar," kata Wakil Ketua Komisi Hukum MUI, Anton Tabah saat dihubungi, Senin (14/10).

Meski sempat ada kendalan menjelang hari H pelaksanaan, Anton mengatakan semuanya bisa diatasi dan acara berjalan dengan lancar.

Menurutnya, oknum-oknum yang sempat menolak dan menuding acara tersebut diisi oleh ustaz-ustaz berpaham radikal adalah keliru dan merupakan tudingan yang tidak masuk akal.

"NKRI ini negara muslim terbesar di dunia jangan mau diadu domba, apa lagi dengan tebar isu radikal. Apa buktinya kalo nuduh radikal? Radikal itu kalau suka bubarin tabligh akbar," katanya.

Anton Tabah menambahkan, dalam acara MU-2 kemarin, ia melihat justru radikal yang muncul adalah ramah, terdidik, berakal, bukan seperti apa yang dituduhkan oknum-oknum yang tak senang Yogya menjadi tuang rumah tabligh akbar MU-2.

Bayangkan saja, lanjut Anton, ratusan ribu umat duduk lesehan di halaman kampus Universtas Ahmad Dahlan (UAD), di Mesjid Ulil Albab, di Mesjid Jogokaryan, hingga radius 1 kilometer umat berdesak-desak di jalan-ja;am kampung, di teras-teras rumah.

"Penduduk umat sabar tertib tebar senyum bagi makanan minuman, sedekah spontan masyarakat Yogya sungguh indah ramah terdidik dan berakal budi. Ini sangat pas dengan tema Muslims United," jelasnya.

"Jadi sangat tidak masuk akal jika ada oknum yang menuduh tabligh akbar ini negatif apalagi radikal, ditunggangi dan sebagainya," tambahnya.

Dalam tabligh akbar itu, cerita Anton kajiannya sangat positif, murni kajian Islam. Contoh Ustadz Abdul Somad dengan materi Sedulur Saklawase (Saudara Kekal Abadi) dan Birrulwalidaini (Berbakti pada ayah dan ibu) narasinya sangat bagus dikaitkan dengan tantangan zaman. Karena itu, tambah Anton, jangan tebar fitnah Islam radikal.

"Tidak ada Islam radikal, yang ada Islam itu rahmat seluruh alam," pungkasnya.

Dalam tablihg akbar MU-2 itu, hadir pula Ustaz Lutfi Basori, Hanan Attaki, Abu Fida. Syekh Ali Jaber, Ustaz Felix Sauw, Koh Heny Kristianto, Habib Alkaff dan Ahmad Heryawan eks Gubernur Jawa Barat. Acara dipandu oleh Eks Wali Kota Yogyakarta Kiai Haji Syukri Fadholi dan Ustaz Jazid. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA