Soal Radikalisme Agama, Pengamat Intelijen: Ulama Harus Ikuti Wejangan Maruf Amin

Maruf Amin pun 3 pesan penting bagi ulama untuk menekan radikalisme/Net

Insiden penikaman terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto saat melakukan kunjungan kerja di daerah Pandeglang, Banten, Kamis (10/10) seperti menunjukkan bahwa paham radikalisme masih terus beredar di Indonesia.

Pasalnya, dua pelaku penikaman diduga kuat terpapar ISIS dan merupakan anggota JAD jaringan Bekasi. Mereka adalah Syahril Alamsyah alias Abu Rara dan Fitri Andriana binti Sunarto

Terkait hal tersebut, pengamat Intelijen dari Generasi Optimis (GO) Indonesia, Tigor Mulo Horas Sinaga mengatakan, peran ulama sebagai guru dan teladan perlu ditingkatkan. Karena hal ini bisa membantu dan meluruskan mereka yang telah terpapar radikalisme agama.

Untuk itu Horas setuju dan mendukung penuh wejangan Wakil Presiden terpilih Kiai Maruf Amin soal peningkatan tanggung jawab ulama di tanah air pada masa sekarang.

Horas menjelaskan, setidaknya ada tiga tanggung jawab ulama yang menjadi pesan penting Kiai Maruf.

"Untuk yang pertama, Abah Kiai Maruf selalu mengingatkan agar ulama menjaga agama dari salah penafsiran yang menyimpang," kata Horas dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/10).

Selanjutnya, tanggung jawab keumatan. Artinya menjaga umat dari akidah-akidah yang salah. "Hal itu termasuk menjaga umat agar kuat secara pendidikan, ekonomi, dan kesehatan," ujar Horas.

Tanggung jawab yang terakhir yaitu kebangsaan dan kenegaraan. Itu sangat penting dalam konteks hidup berbangsa, yaitu menjaga negara Indonesia dari ideologi-ideologi lain di luar konsensus nasional.

Horas menambahkan, Kiai Maruf dengan tegas mengatakan bahwa ideologi Khilafah bukan ditolak, tapi memang tertolak sejak dari awal.

"Karena tidak sesuai dengan kesepakatan untuk membangun bangsa yang besar dan majemuk oleh para founding fathers negara kita," terang Horas.

"Kita serius beragama itu bagus, tapi jangan menjadikan negara Indonesia sebagai negara agama yang kita anut," demikian Horas.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Siang Ini, Budiman Sudjatmiko Dan Fadli Zon Menyoal Reformasi Hingga Mosi Tidak Percaya
Politik

Siang Ini, Budiman Sudjatmik..

22 Oktober 2020 12:55
Maruf Amin Berharap Pesantren Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Politik

Maruf Amin Berharap Pesantre..

22 Oktober 2020 12:47
Peringati Hari Santri Nasional, Ketua DPR: Nyalakan Semangat Gotong Royong Untuk Bangun Indonesia
Politik

Peringati Hari Santri Nasion..

22 Oktober 2020 12:35
Ahmad Dhani: Sejak Gus Dur Wafat, Sudah Sepatutnya Nahdliyin “Berimam” Pada Cak Nun
Politik

Ahmad Dhani: Sejak Gus Dur W..

22 Oktober 2020 12:20
Aria Bima: Ada Kecenderungan Terjadi Anarkisme Demokrasi
Politik

Aria Bima: Ada Kecenderungan..

22 Oktober 2020 11:38
Feri Amsari: Ada Kutukan Periode Kedua, Berbagai Skandal Dan Watak Asli Presiden Muncul
Politik

Feri Amsari: Ada Kutukan Per..

22 Oktober 2020 11:34
HUT Ke-56 Golkar, Airlangga Hartarto: Sebagai Partai Senior Harus Selalu Hadir Memberi Solusi
Politik

HUT Ke-56 Golkar, Airlangga ..

22 Oktober 2020 10:59
Irma Suryani: Kalau Jokowi Represif, Orang Seperti Rocky Gerung Sudah Hilang
Politik

Irma Suryani: Kalau Jokowi R..

22 Oktober 2020 10:55