Jokowinomic Belum Sentuh Sektor Ekonomi Desa Dan Organisasi Ekonomi Rakyat

Konsep Jokowinomic dinilai masih belum bisa menyentuh masyarakat desa/Net

Tulisan Natalius Pigai yang membedah konsep Jokowinomic mendapat tanggapan banyak pihak. Ada kegelisahan yang muncul dari tulisan Pigai soal Jokowinomic. Terutama menjelang periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Mantan Menteri Negara Transmigrasi dan Kependudukan di era Gusdur, Ir Al Hilal Hamdi, menilai Pigai telah membedah dan menganalisis secara tajam konsep Jokowinomic.

Al Hilal pun mendukung pernyataan Pigai yang menyebut disparitas ekonomi di Indonesia masih terlalu besar. Terutama antara ekonomi desa dan kota.

"Penguatan peran negara, baca BUMN, telah menempati peran utama dalam berbagai pembangunan infrastruktur. Tapi sekali lagi, (hanya) meramaikan kekuatan adi kapital tanpa cukup menyerap atau mendorong peran serta masyarakat banyak," ucap Al Hilal melalui keterangan tertulisnya, Selasa (15/10).

Menurut alumnus ITB ini, Jokowi memang telah melakukan upaya untuk menambah kesejahteraan masyarakat desa. Di antaranya dengan menambah besar pengucuran dana desa. Lalu jaring kesejahteraan masyarakat - utamanya BPJS - diperluas jangkauan pelayanannya.

Namun, hal itu masih belum mampu menyentuh ekonomi desa secara signifikan. Karena tetap saja korporasi alias para pemodal besar yang punya peran dalam mengatur perekonomian rakyat.

"Natalius Pigai, sekali lagi, menyorot belum tersentuhnya sektor ekonomi desa, kebun dan organisasi ekonomi rakyat, sebagaimana FELDA di Malaysia. Di Indonesia peran kebun plasma masih di pinggiran, sangat tergantung kepada korporasi inti sebagai induk," bebernya.

"Mungkin pada periode keduanya, Jokowinomic bakal lebih diperkuat, berbarengan dengan upaya kemandirian atau swasembada pangan, energi, dan berbagai kebutuhan pokok kita. Itulah harapan yang bisa kita tangkap dari kegelisahan Pigai dan kita," pungkas Al Hilal.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Siang Ini, Budiman Sudjatmiko Dan Fadli Zon Menyoal Reformasi Hingga Mosi Tidak Percaya
Politik

Siang Ini, Budiman Sudjatmik..

22 Oktober 2020 12:55
Maruf Amin Berharap Pesantren Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Politik

Maruf Amin Berharap Pesantre..

22 Oktober 2020 12:47
Peringati Hari Santri Nasional, Ketua DPR: Nyalakan Semangat Gotong Royong Untuk Bangun Indonesia
Politik

Peringati Hari Santri Nasion..

22 Oktober 2020 12:35
Ahmad Dhani: Sejak Gus Dur Wafat, Sudah Sepatutnya Nahdliyin “Berimam” Pada Cak Nun
Politik

Ahmad Dhani: Sejak Gus Dur W..

22 Oktober 2020 12:20
Aria Bima: Ada Kecenderungan Terjadi Anarkisme Demokrasi
Politik

Aria Bima: Ada Kecenderungan..

22 Oktober 2020 11:38
Feri Amsari: Ada Kutukan Periode Kedua, Berbagai Skandal Dan Watak Asli Presiden Muncul
Politik

Feri Amsari: Ada Kutukan Per..

22 Oktober 2020 11:34
HUT Ke-56 Golkar, Airlangga Hartarto: Sebagai Partai Senior Harus Selalu Hadir Memberi Solusi
Politik

HUT Ke-56 Golkar, Airlangga ..

22 Oktober 2020 10:59
Irma Suryani: Kalau Jokowi Represif, Orang Seperti Rocky Gerung Sudah Hilang
Politik

Irma Suryani: Kalau Jokowi R..

22 Oktober 2020 10:55