Pimpinan MPR: Pelantikan Presiden Ajang Konsolidasi Demokrasi

Semua Bertanggung Jawab Sukseskan Pelantikan

Jumat, 18 Oktober 2019, 11:51 WIB
Laporan: Ahmad Kiflan Wakik

Wakil ketua MPR Jazilul Fawaid/RMOL

Menelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo-Maruf Amin, persiapan Gedung Parlemen di kawasan Senaya, Jakarta, kian sempurna.

Persiapan terus dimatangkan, mulai dari prosesi acara pelantikan, pengamanan, hingga karnaval syukuran perayaan pelantikan.

Wakil ketua MPR Jazilul Fawaid menjelaskan, meski banyak persiapan telah dilakukan, suksesi acara pelantikan merupakan tanggungjawab bersama seluruh masyarakat.

"Secara formal, pelantikan Presiden dan Wapres adalah amanat konstitusi kepada MPR. Namun, suksesnya acara ini adalah tanggungjawab kita bersama," ujar Jazilul di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (18/10).

Jazilul menilai pelantikan lebih dari sekedar kegiatan seremoni. Menurutnya, pelantikan kepala negara merupakan agenda kenegaraan sekaligus konsolidasi demokrasi.

"Pelantikan adalah pintu resmi pengabdian putera terbaik bangsa ini. MPR RI mengantarkannya dalam acara kenegaraan, namun lebih dari itu, ini sejatinya konsolidasi demokrasi," jelasnya.

"Pada momen itu akan hadir tokoh nasional dalam suasana khidmat. Kita tunjukkan kepada dunia, inilah implementasi nilai Pancasila. Para negarawan kompak membangun ibu pertiwi untuk kesejahteraan rakyat lahir batin," imbuhnya menjelaskan.

Untuk itu, Wakil Ketua Umum PKB ini mengajak masyarakat ikut berpartisipasi mendukung dan mendoakan kelancaran prosesi pelantikan nanti.

"Saya tekankan, Pelantikan Presiden menjadi ajang konsolidasi demokrasi, starting point jemput prestasi gemilang di masa mendatang. Kita optimis," tukas Jazilul.

Kolom Komentar


Video

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Minggu, 17 November 2019
Video

Mahasiswa Harvard Bubar Saat Dutabesar Israel Mulai kuliah Umum

Minggu, 17 November 2019
Video

Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang

Minggu, 17 November 2019