PELANTIKAN PRESIDEN

Refrizal: Pengamanan Berlebihan, Bukannya Bapak Presiden Pilihan Mayoritas Rakyat?

Refrizal/Net

Puluhan ribu aparat gabungan TNI dan Polri dikerahkan mengamankan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024, Joko Widodo-Maruf Amin, Minggu besok (20/10).

Tepatnya, sebanyak 30 ribu personel pengamanan dikerahkan. Jumlah tersebut dinilai terlalu berlebihan oleh sejumlah pihak.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Refrizal mengaku heran dengan jumlah besar personel pengamanan pada saat pelantikan. Dia menilai jumlah personel pengamanan tersebut terlalu berlebihan.

"Pak Jokowi yang terhormat, kenapa pengamanan pelantikan presiden berlebihan (30 ribu pasukan)? Bukankah Bapak Presiden pilihan mayoritas rakyat?" kata mantan anggota DPR itu lewat akun twitternya @refrizalskb, Jumat malam (18/10).

Bahkan, aparat kepolisian juga telah melarang adanya aksi unjuk rasa sejak Selasa hingga Minggu (15-20/10). Larangan tersebut berupa tidak akan mengeluarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan Demo (STTP) jika ada yang mengajukan.

Padahal, Presiden Joko Widodo mengaku tidak melarang masyarakat menggelar demonstrasi saat pelantikan pada 20 Oktober. Jokowi menyatakan bahwa kegiatan menyampaikan pendapat di muka umum dijamin konstitusi.

"Namanya demo kan dijamin konstitusi," kata Jokowi usai menerima pimpinan MPR, di Istana Merdeka, Rabu (16/10).

Dengan demikian, Refrizal pun mempertanyakan sikap Polri yang melarang adanya aksi unjuk rasa.

"Berdemopun telah dilarang oleh Kapolri? Saya tunggu jawabannya ya pak. Terima kasih," tegas Refrizal masih dalam twit yang sama.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Singgung Politik Bebas Aktif, Jimly Asshiddiqie: Indonesia Tidak Perlu Musuhi China-AS
Politik

Singgung Politik Bebas Aktif..

31 Oktober 2020 12:16
Jimly Asshiddiqie: Jadi Rebutan, Indonesia Harus Bersiap Hadapi Perang Dunia III Di Laut China Selatan
Politik

Jimly Asshiddiqie: Jadi Rebu..

31 Oktober 2020 10:59
Immanuel Ebenezer: Saat Ini Bukan Kabinet Kerja Tapi Kabinet Party
Politik

Immanuel Ebenezer: Saat Ini ..

31 Oktober 2020 10:35
Maulid Nabi, Sandiaga Uno Harap Santri Jadi Lokomotif Pembangunan Bangsa
Politik

Maulid Nabi, Sandiaga Uno Ha..

31 Oktober 2020 10:32
Lawatan Menlu AS Temui GP Ansor, Adhie Massardi: Dia Geliatkan Lagi Sel Anti-Komunis Ansor Yang Terhipnotis
Politik

Lawatan Menlu AS Temui GP An..

31 Oktober 2020 10:05
DPP Demokrat: Tidak Bijak Mempertanyakan Sumbangsih Kaum Milenial
Politik

DPP Demokrat: Tidak Bijak Me..

31 Oktober 2020 09:50
Ujang Komarudin: Prestasi Kaum Milenial Bukan Untuk Dipertanyakan, Tapi Dihargai
Politik

Ujang Komarudin: Prestasi Ka..

31 Oktober 2020 08:59
PKS: Pernyataan Megawati Kurang Tepat, Milenial Yang Ikut Demo Karena Cinta Negeri
Politik

PKS: Pernyataan Megawati Kur..

31 Oktober 2020 07:59