Dubes Berlian Serahkan Bantuan Untuk Petani Yaksu Korea Utara

Berlian Napitupulu dan Ibu Elisabeth/Net

Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK), Berlian Napitupulu melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Pertanian Persahabatan Indonesia-RRDK di Yaksu, Distrik Kangso, sekitar 32 km dari Ibukota Pyongyang, pada 16 Oktober 2019.

Duta Besar didampingi Ibu Elisabeth Napitupulu berserta staf KBRI Pyongyang disambut hangat oleh Ketua Koperasi Yaksu, Mr. Ro Ki Nam, yang didampingi oleh Wakil Direktur Komisi Kebudayaan, Mr. Yu Ju Yong, dan sejumlah pejabat setempat.

Dalam kunjungannya, Dubes Berlian memberikan bantuan sebuah mesin pompa air untuk pertanian dan 180 liter bahan bakar bensin kepada Koperasi Pertanian Yaksu dan selimut musim dingin kepada Sekolah Taman Kanak-Kanak Yaksu.

Dubes Berlian beserta seluruh rombongan juga ikut bekerja membantu petani setempat untuk mengangkut padi hasil panen dari sawah ke tempat pengumpulan untuk selanjutnya di bawa ke penggilingan padi.

"Kami sangat senang bisa ikut membantu koperasi persahabatan Indonesia-RRDK ini. Kami mendengar sendiri dari Ketua Koperasi bahwa bantuan KBRI Pyongyang turut menyukseskan peningkatan produksi pertanian di Yaksu. Tahun ini mereka mampu meningkatkan panen padi sebanyak satu ton per hektar. Mesin-mesin pertanian yang kita donasikan seperti traktor tangan, pompa air dan pupuk ternyata berhasil meningkatkan produksi petani setempat. Ini juga tentunya tidak terlepas dari kerja keras para petani setempat," demikian disampaikan Dubes Berlian dalam kunjungan ke Yaksu.

"Ketua Koperasi Yaksu dan pejabat setempat berulang kali menyampaikan terima kasih kepada Indonesia yang telah memberi perhatian khusus dan bantuan kepada mereka," ujar Dubes Berlian menambahkan seperti dalam keterangan resmi KBRI Pyongyang, Sabtu (19/10).

Lebih lanjut Dubes Berlian menyatakan bahwa dalam jamuan makan siang yang disiapkan oleh pihak Koperasi Yaksu tersebut, pihak KBRI Pyongyang juga melakukan promosi kuliner Indonesia dengan menyuguhkan gulai daging, sambal ikan roa dan sambal terasi, yang ternyata sangat disukai penduduk setempat.

"Kita tahu bahwa rakyat Korea juga menyukai makanan pedas tapi dengan rasa yang berbeda. Rupanya mereka juga sangat menyukai gulai pedas dan sambal terasi yang kita sajikan. Menurut mereka banyak orang setempat terutama di bagian utara suka cabai dan makanan yang sangat pedas. Kita bisa coba tanah cagai di sini. Nah, ini kan peluang kerja sama baru yang dapat dikembangkan kedua negara ke depan," tutur Dubes Berlian.

Bagai gayung bersambut, usul Dubes langsung ditanggapi antusias oleh Kepala Koperasi Yaksu dan pejabat Komite Kebudayaan. Ketua Koperasi Yaksu dan pejabat setempat menyampaikan bahwa penanaman dan produksi cabai ini akan menjadi kerja sama konkret antara KBRI Pyongyang dan Koperasi Pertanian Persahabatan Yaksu selanjutnya.

Pihaknya mengusulkan agar sayur akar bunga violet (saudara kembar dan mempunyai khasiat seperti ginseng) dapat dijajaki untuk ditanam di Indonesia. Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong hubungan persahabatan Indonesia dan Korea Utara yang dibangun Presiden Soekarno dan Presiden Kim Il Sung sejak 55 tahun lalu semakin meningkat.

"Saya kira peluang kerja sama pertanian ini akan menjadi capaian baru bagi hubungan Indonesia dan Korea Utara kedepan. Saya berharap produk pertanian Indonesia bisa dikenal luas di negara ginseng ini," pungkas Dubes Berlian.

Disamping menanam cabai, Dubes Berlian juga mengusulkan penanaman pohon bersama di Desa Yaksu sebagai simbol persahabatan dan hubungan baik kedua negara yang menjadi warisan bagi generasi berikutnya.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Andre Rosiade: Koar-koar Ahok Hambat Investor Masuk, Baiknya Dicopot Saja
Politik

Andre Rosiade: Koar-koar Aho..

21 September 2020 00:33
Menurut Pimpinan Komisi IV DPR, Banyak Orang Berilmu Tapi Tidak Percaya Corona
Politik

Menurut Pimpinan Komisi IV D..

21 September 2020 00:07
Hadiri Pertemuan G20, Sri Mulyani: Pandemi Covid-19 Adalah Wake Up Call Pentingnya Investasi
Politik

Hadiri Pertemuan G20, Sri Mu..

20 September 2020 23:40
Ridwan Kamil: Melawan Covid-19 Itu Seperti Perang, Semua Harus Bela Negara
Politik

Ridwan Kamil: Melawan Covid-..

20 September 2020 23:20
Komisi II DPR Minta Pemerintah Terbitkan Perppu Penegakan Disiplin Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19
Politik

Komisi II DPR Minta Pemerint..

20 September 2020 22:45
Tito Karnavian: Sudah Beberapa Kali Tes, Alhamdulillah Negatif Covid-19
Politik

Tito Karnavian: Sudah Bebera..

20 September 2020 21:52
Sasmito: Keputusan Sri Mulyani Cekal Bambang Trihatmodjo Hanya Pengalihan Isu
Politik

Sasmito: Keputusan Sri Mulya..

20 September 2020 21:22
Giliran Gatot Nurmantyo Minta Pemerintah Tunda Pilkada Di Masa Pandemik
Politik

Giliran Gatot Nurmantyo Mint..

20 September 2020 20:55