GP Ansor: Sebelum Larang Cadar, Sebaiknya Menag Ngaji Dulu Apa Itu Radikalisme

Kamis, 31 Oktober 2019, 13:26 WIB
Laporan: Ahmad Kiflan Wakik

Menteri Agama, Fachrul Razi/Net

Rencana Menteri Agama, Fachrul Razi yang akan melarang pengguna niqab atau cadar di dalam instansi milik pemerintah menjadi persoalan baru kabinet.

Pasalnya, alasan Fachrul melarang cadar untuk menjaga  keamanan. Fachrul Razi menyebut kebijakan itu berangkat atas insiden penusukan mantan Menko Polhukam Wiranto.

Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholis Quomas menyebut menteri agama perlu belajar lagi soal radikalisme dan kaitannya dengan cara berpakaian seseorang.

Dia khawatir Menteri Agama malah membuat aturan yang tidak perlu untuk hal yang tidak dia pahami.

"Pelajari dulu itu radikalisme, terorisme ideologinya seperti apa? Berhubungan enggak sama cara berpakaian orang? Gak usah aneh-aneh lah saya kira," ujar Yaqut di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/10).

Anggota Fraksi PKB DPR RI ini menyebutkan, cadar merupakan budaya Arab. Tetapi, perlu diingat juga bahwa Indonesia dimerdekakan atas perjuangan lintas budaya dan agama.

"Sah-sah aja dong kalau ada budaya Arab, ada budaya Cina, Jawa dan lain-lain. Sebaiknya saling menghargai, itu lebih penting," tukasnya.

Kolom Komentar


Video

Petugas, Warga Dan Alber Berjibaku Singkirkan Material Longsor

Jumat, 17 Januari 2020
Video

Belajar Dari Youtube, Montir Tamatan SD Rakit Pesawat Terbang

Jumat, 17 Januari 2020
Video

Dewas TVRI Pecat Dirut Helmy Yahya, Maladministrasi Pembelian Program Siaran Liga Inggris

Jumat, 17 Januari 2020