Undangan Nasdem Ke Jokowi Cuma Formalitas

Senin, 11 November 2019, 23:25 WIB
Laporan: Ichsan Yuniarto

Presiden Jokowi dan Surya Paloh/RMOL

Langkah Partai Nasdem untuk mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) di penutupan kongres dan harlah ke-8, hanya sebatas formalitas saja.

Hal ini diungkapkan pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin. Menurut Ujang, diundangnya Jokowi hanya sebuah strategi.

"Sekalipun Jokowi diundang dalam penutupan, ini strategi saja. Ya, formalitas," kata Ujang saat kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (11/11).

Ujang menduga ada alasan lain ketika Nasdem memilih mengundang Jokowi di penutupan ketimbang di pembukaan Kongres. Dalam pembukaan, Nasdem malah mengundang dan mempersilakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Mungkin masih kecewa, jengkel, akhirnya mereka tak ngundang Jokowi di pembukaan," tuturnya.

Lebih lanjut Ujang mengatakan, Nasdem saat ini sedang berada di tengah-tengah pasca kunjungannya ke PKS.

"Nasdem tetap di koalisi namun tetap berteman dengan oposisi," pungkasnya.

Seperti diketahui, hari ini Presiden Jokowi menghadiri undangan Nasdem. Jokowi bahkan sempat memeluk erat Ketum Nasdem Surya Paloh.
EDITOR:

Kolom Komentar


Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Harta | Puisi Hari Ini

Senin, 10 Februari 2020
Video

[FULL] | Singgung Film Avengers: Endgame, Pidato Jokowi di Parlemen Australia

Senin, 10 Februari 2020
Video

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

Selasa, 11 Februari 2020