Mahfud MD: Istilah Kecolongan Tidak Ada, Sebab Teroris Selalu Mau Nyolong

Rabu, 13 November 2019, 15:12 WIB
Laporan: Idham Anhari

Mahfud MD/Net

Bom bunuh diri terjadi Mapolrestabes Medan, Jalan HM Said, Medan, Sumatera Utara, Rabu pagi (13/11). Peristiwa ini tidak boleh disimpulkan bahwa aparat kepolisian kecolongan.

Permintaan itu sebagaimana dikatakan Menteri Kooridinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkop Polhukam) Mahfud MD di sela-sela Rakornas Pemerintah Pusat dengan Forkopimda di Sentul Internasional, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

“Nggak lah (tidak kecolongan), memang kalau teroris itu memang selalu mau nyolong. Ya nggak apa-apa. Nanti istilah kecolongan lalu dipolitisir, dipelintir,” kata Mahfud.

Pemerintah, kata Mahfud, serba salah. Pasalnya, jika bertindak dalam menangani pelaku-pelaku teror disebut melanggar HAM, namun jika dibiarkan saja dengan tidak ada penindakan dibilang kecolongan.

“Orang yang sering nyinyir itu mengkritik kalau terjadi sesuatu dia hanya (bilang) loh saya hanya usul. Sesudah terjadi dia tidak bertanggung jawab,” katanya.

“Oleh sebab itu, jangan selalu menyudutkan aparat kalau mengambil tindakan,” pungkas Mahfud.  

Kolom Komentar


Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Nikah | Puisi Hari Ini

Kamis, 23 Januari 2020
Video

Pelaku Pembunuhan Astrid di Tangkap

Kamis, 23 Januari 2020
Video

Sekjen PDI P Hasto Kristiyanto Diperiksa KPK

Jumat, 24 Januari 2020