Ketua Komisi I DPR: Gerakan Deradikalisasi Perlu Kembali Digalakkan

Rabu, 13 November 2019, 18:26 WIB
Laporan: Ahmad Kiflan Wakik

Meutya Hafid/RMOL

Pimpinan Komisi I DPR mengutuk keras serangan teror dugaan bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu pagi (13/11).

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mengatakan lebih disesalkan lagi ketika diketahui terduga pelaku masih berusia 24 tahun.

"Saya khususnya amat menyayangkan karena pelakunya lagi-lagi anak muda usia kurang lebih 24 tahun," ujar Meutya di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.

Meutya menyebutkan bahwa gerakan deradikalisasi perlu kembali digalakkan. Terutama pada anak muda dimana terduga pelaku bergaul dengan Jamaah Ansarut Daulah (JAD).

"Informasi yang kami dapat anak ini dari kelompok JAD yang jadi bagian kelompok ISIS. Jadi ini berarti kita kecolongan dalam mendidik dan merawat anak-anak kita," jelasnya.

Politisi Partai Golkar ini menyebutkan Polrestabes Medan memang terkenal ramah pada publik. Sehingga, aksi teror sulit teridenfikasi apalagi dengan eksekutor berusia muda.

"Betul memang kecolongan tapi menurut saya sulit dihindari. Karena martirnya adalah anak muda, usia 24 tahun pura-pura mengantarkan transportasi online," tukas Meutya.

Kolom Komentar


Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Karya | Puisi Hari Ini

Rabu, 15 Januari 2020
Video

Awal Tahun, Tiga Pengedar Narkoba Berhasil Dibekuk

Rabu, 15 Januari 2020
Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Budaya | Puisi Hari Ini

Kamis, 16 Januari 2020