Adrianus Meliala: Tak Baik Jika Kursi Kabareskrim Terlalu Lama Kosong

Jumat, 29 November 2019, 20:41 WIB
Laporan: Idham Anhari

Adrianus Meliala/Net

Sejak ditinggalkan Idham Azis yang diangkat menjadi Kapolri pada 1 November 2019, kursi Kabareskrim hingga kini masih kosong.

Menurut pengamat kepolisian, Adrianus Meliala, kondisi tersebut tidak baik bagi korps Bhayangkara.

“Ini makin memperlihatkan semacam power struggle (perebutan kekuasan) di internal Polri, yang kemungkinan melibatkan eksternal juga,” kata Adrianus kepada wartawan, Jumat (29/11).

Adrianus yang juga menjabat sebagai komisioner Ombudsman ini berpandangan, kekosongan jabatan tersebut tak akan berpengaruh jika hanya dalam jangka waktu pendek.

Namun berbeda halnya jika terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Salah satu yang paling berpengaruh adalah pelayanan kepada publik.

"Sangat mungkin (berpengaruh) untuk jangka panjang," katanya.

Perebutan kekuasaan itu juga memberikan efek seperti dua gelombang yang saling menghujam. Di satu sisi, calon kuat selama ini Irjen Listyo Sigit Prabowo bisa menganggap Kapolri merasa belum pas dengannya.

Di sisi lain, ini kesempatan bagi calon lain untuk bergerilya mendapatkan posisi. "Ujung-ujungnya, kondisi ini membuat internal Korps Bhayangkara tidak kondusif," tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Nikah | Puisi Hari Ini

Kamis, 23 Januari 2020
Video

Pelaku Pembunuhan Astrid di Tangkap

Kamis, 23 Januari 2020
Video

Sekjen PDI P Hasto Kristiyanto Diperiksa KPK

Jumat, 24 Januari 2020