Kemarahan Jokowi Berlebihan, Bamsoet Mesti Hentikan Kampanye 3 Periode

Selasa, 03 Desember 2019, 08:47 WIB
Laporan: Yelas Kaparino

Bambang Soesatyo dan Presiden Joko Widodo/net

  Diksi dan intonasi yang digunakan  Presiden Joko Widodo ketika merespon wacana penambahan masa jabatan presiden sangat keras dan mengagetkan banyak kalangan.

Dalam penegasannya, Jokowi mengatakan, ada tiga maksud di balik usul itu. Pertama, untuk menampar mukanya. Kedua, mencari muka. Ketiga untuk menjerumuskan dirinya.

Walau bisa menerima isi pernyataan Jokowi, namun politisi Partai Gerindra Iwan Sumule menilai cara Jokowi menyampaikan keberatan itu masuk dalam kategori terlalu berlebihan.

Menurut Iwan ada cara yang lebih elegan. Misalnya, memanggil Bambang Soesatyo yang menjadi motor utama kampanye penambahan masa jabatan presiden melalui amandemen UUD 1945 itu.

Iwan juga mengingatkan Jokowi bahwa yang mengusulkan hal itu awalnya adalah Partai Nasdem yang dipimpin Surya Paloh.

Adapun Bamsoet, sebut dia, hanya ngikut.

“Tudingan menampar, cari muka dan menjerumuskan oleh Pak Jokowi terlalu berlebihan. Menunjukan komunikasi politik yang kurang baik,” ujar Iwan.

“Kan tinggal panggil Bamsoet, minta hentikan kampanye itu jika tak berkenan,” demikian Iwan Sumule.

Kolom Komentar


Video

Terlibat Penyelundupan Harley Davidson, Direktur Utama Garuda Dicopot Paksa

Kamis, 05 Desember 2019
Video

BMKG, Hujan di Jawa Tengah Belum Merata

Jumat, 06 Desember 2019
Video

Ari Askhara Lebay, Tampil ala Bung Karno Berdiri di Mobil Klasik

Jumat, 06 Desember 2019