Ketum PKPI: Jika AD/ART Tidak Diganti, Say No To FPI!

Kamis, 05 Desember 2019, 09:23 WIB
Laporan: Sarah Meiliana Gunawan

Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono/Net

Persoalan perpanjangan izin organisasi masyarakat FPI membuat Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) buka suara. Semakin panasnya pro kontra di publik membuat partai ini kegerahan.

Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono mengaku heran FPI menjadi istimewa dan mendapatkan perhatian sedemikian besar perihal perpanjangan SKT,sementara masih banyak ormas lain yang juga perlu mendapatkan perhatian.

Anak mantan kepala BIN, AM Hendropriyono itu mengurai masih ada ratusan ribu, tepatnnya 420.381 ormas yang ada di Indonesa yang perlu diurus.

"Tidak perlu kita habiskan energi dan waktu terlalu banyak untuk FPI. Ngapain ngurusin FPI terus?" ujar Diaz.

Lebih lanjut, persoalan mengenai SKT FPI harus segera diselesaikan. Caranya, meminta FPI untuk mengubah AD/ART dan mengganti kata-kata khilafah islamiyah, serta memasukan Pancasila.

"Jika tidak, say no to FPI. Tidak ada celah untuk negosiasi. Titik," tegas Diaz kepada wartawan, Rabu (4/12).

Sebagai partai yang menjunjung tinggi Pancasila dan persatuan NKRI, PKPI mendukung pemerintah agar tetap tegas terhadap FPI.

Sementara FPI, sambung Diaz, harus menghormati keputusan yang diambil pemerintah. Sebab anggota FPI bagaimanapun tetap warga negara RI dan harus tetap menaati hukum positif yang berlaku di Indonesia.

"Diberikan atau tidaknya SKT, FPI wajib menghormati koridor-koridor yang disepakati bersama dalam naungan NKRI," tambahnya.

Kolom Komentar


Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Harta | Puisi Hari Ini

Senin, 10 Februari 2020
Video

[FULL] | Singgung Film Avengers: Endgame, Pidato Jokowi di Parlemen Australia

Senin, 10 Februari 2020
Video

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

Selasa, 11 Februari 2020