Ichsanuddin Noorsy: Sri Mulyani Sedang Ajak Rakyat Menikmati Ketersesatan

Pakar ekonomi senior Ichsanuddin Noorsy/Net

Menteri Keuangan Sri Mulyani merupakan penganut globalisasi dalam ekonomi atau economic internasionalism. Hal itu juga yang menerangkan mengapa menteri berpredikat terbaik dunia tersebut selalu bergantung ekonomi global.

Begitu terang pakar ekonomi senior Ichsanuddin Noorsy menanggapi Sri Mulyani yang seolah menggantungkan nasib ekonomi bangsa pada ekonomi global.

Sri Mulyani beberapa waktu lalu kembali mendapat penghargaan menteri terbaik dari salah satu media online. Dalam sambutannya, Sri Mulyani mengurai mengenai ketidakpastian global.

Dia juga menyinggung mengenai harapannya pada kesepakatan mengakhiri perang dagang antara Amerika Serikat dengan China, yang akhirnya gagal karena ada ketegangan di Hong Kong.

“Mereka penganut globalisasi ekonomi, memang bergantung pada situasi penentu ekonomi dunia, China dan AS,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (5/12).

Noorsy mengingatkan bahwa negara-negara dunia juga marah pada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping atas gejolak ekonomi global yang ditimbulkan. Namun mereka tidak sebatas menghujat, melainkan turut mempersiapkan diri melalui penguatan domestik.

“Orientasinya tidak out world, tapi in world (kepentingan domestik),” tegasnya.   

Bahkan, sambung Ichsanuddin, China dan AS juga mengutamakan kepentingan domestik masing-masing. Contohnya, saat Trump mendukung UU HAM dan Demokrasi Hong Kong, China langsung merespon dengan melipatgandakan perlindungan domestik.

Untuk itu, dia mengingatkan Jokowi dan tim ekonomi, khususnya Sri Mulyani, untuk tidak lagi bergantung pada ekonomi global.

“Kalau bergantung luar, kita sama saja sedang menikmati ketersesatan, kejatuhan,” tegas Ichsanuddin dengan nada meninggi.

Sri Mulyani, sambungnya, harus punya model baku mengenai model analisa VUCA (Volatile, Uncertain, Complex and Ambiguous). Tanpa model baku tersebut Indonesia akan terus menikmati ketersesatan.

“Omongan pemerintah pasti selalu bertentangan antara diucap dan fakta di lapangan. Ujungnya, ya menikmati ketersesatan,” tutupnya.  

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | CATATAN KAMI, Dr Ahmad Yani

Jumat, 07 Agustus 2020
Video

RMOL World View | Di Balik Ledakan Lebanon Bersama Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y Thohari

Jumat, 07 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Pejabat Tinggi Pemprov Ramai-ramai Mundur, Ada Apa?
Politik

Pejabat Tinggi Pemprov Ramai..

11 Agustus 2020 06:04
Pendiri PAN Pertanyakan Jasa Fahri Hamzah Dan Fadli Zon Untuk Negara
Politik

Pendiri PAN Pertanyakan Jasa..

11 Agustus 2020 05:22
Senator Jakarta: Kepala Daerah Jangan Paksakan Diri Terapkan Sekolah Tatap Muka
Politik

Senator Jakarta: Kepala Daer..

11 Agustus 2020 03:58
MPR  Dorong Pemerintah Segera Lakukan Terobosan Meredam Peningkatan Kasus Covid-19
Politik

MPR Dorong Pemerintah Seger..

11 Agustus 2020 03:20
Pengamat: Calon Tunggal Vs Kotak Kosong Terjadi Karena Hilangnya Idealisme Partai
Politik

Pengamat: Calon Tunggal Vs K..

11 Agustus 2020 02:56
AHY-Anies Untuk Pilpres 2024, Benny Harman: Ini Bentuk Kepedulian Rakyat Terhadap Masa Depan Bangsa
Politik

AHY-Anies Untuk Pilpres 2024..

11 Agustus 2020 02:33
Keberhasilan Jokowi Juga Tidak Lepas Dari Pemerintahan SBY
Politik

Keberhasilan Jokowi Juga Tid..

11 Agustus 2020 01:36
Mendagri, Mensos Dan Menkeu Terbitkan SKB Untuk Percepatan Pemutakhiran DTKS
Politik

Mendagri, Mensos Dan Menkeu ..

11 Agustus 2020 01:02