Polarisasi Cebong Vs Kampret Jadi Alasan PPP Minta Ambang Batas Presiden Diturunkan

Wakil Sekretaris Jendral PPP, Achmad Baidowi/Net

Tak bisa dipungkiri gelaran Pilpres 2019 lalu telah membuat masyararakat terpolarisasi antara cebong dan kampret, sebutan untuk pendukung masing-masing calon.

Wakil Sekretaris Jendral PPP, Achmad Baidowi mengatakan, polarisasi yang terjadi memberikan dampak signifikan terhadap tingkat kerukunan di akar rumput atau masyarakat.

"Tentu itu menimbulkan konflik horizontal yang sangat panas," kata Awi, sapaan akrab Baidowi saat ditemui di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/12).

"Dua kali Pilpres, cukuplah memberikan pembelajaran bagi kita. Kalau capresnya cuma ada dua, konfliknya keras," sambungnya.

Menurutnya, polarisasi tersebut masih terasa hingga kini meski kedua capres pemilu presiden 2019 telah menyatu lewat koalisi.

Oleh karenanya, fenomena inilah yang mendasari PPP mengusulkan ambang batas presiden (presidential threshold) diturunkan menjadi 4 persen. Opsi tersebut dinilai akan memberikan banyak alternatif calon presiden ke depan.

"Kalau peluang partainya makin banyak mengusung, maka pilihan masyarakat akan banyak alternatif, tidak dihadapkan pada dua pasangan calon tertentu saja," tutupnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Bamsoet: Proses Hukum Tersangka Kebakaran Kejaksaan Agung Harus Tegas Dan Adil
Politik

Bamsoet: Proses Hukum Tersan..

24 Oktober 2020 18:44
Andi Arief: Jika Maafkan Gus Nur, Nahdlatul Ulama Akan Catatkan Sejarah
Politik

Andi Arief: Jika Maafkan Gus..

24 Oktober 2020 17:36
Ungkap Kebakaran Kejagung, Komisi III: Ini Bukti Polri Profesional Dan Bukan Kaleng-kaleng
Politik

Ungkap Kebakaran Kejagung, K..

24 Oktober 2020 17:29
Bukan Maju Atau Tidak, Tantangan Bagi Prabowo Apakah Menang Lawan Tokoh-tokoh Bersinar Ini
Politik

Bukan Maju Atau Tidak, Tanta..

24 Oktober 2020 16:22
Teguran Jokowi Kepada Para Menteri Bukti Manajemen Komunikasi Istana Buruk
Politik

Teguran Jokowi Kepada Para M..

24 Oktober 2020 16:14
Seperti Lurah Suhartono, Kampenye Tri Rismaharini Di Pilkada Bisa Masuk Ranah Pidana
Politik

Seperti Lurah Suhartono, Kam..

24 Oktober 2020 15:51
Peneliti LIPI: Semakin Demokratis Satu Rezim, Maka Daerahnya Akan Semakin Desentralistis
Politik

Peneliti LIPI: Semakin Demok..

24 Oktober 2020 15:23
Bukan Soal Kunjungan Ke AS, Tapi Apakah Masih Ada Peluang Prabowo Menang Setelah Kalah Dua Kali?
Politik

Bukan Soal Kunjungan Ke AS, ..

24 Oktober 2020 14:58