Data Terbaru Sampah Laut Indonesia Versi Pemerintah

Menteri Luhut Binsar Panjaitan saat memimpin rapat koordinasi bersama jajaran menteri/Ist

Pemerintah melakukan pembaruan data sampah laut. Melalui rapat koordinasi yang diinisiasi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, pembaruan tersebut akan digunakan untuk mendukung tercapainya target pengurangan 70 persen sampah laut nasional.

“Data ini sangat penting untuk meluruskan hasil penelitian Jenna Jambeck tahun 2015 yang menyatakan bahwa Indonesia adalah penyumbang sampah laut terbesar kedua, khususnya plastik di dunia, yakni sebesar 0,48-1,29 juta ton sampah laut per tahun,” ujar Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan di kantornya, Jakarta, Kamis (12/12).

Penghitungan baseline data sampah laut telah dimulai sejak Februari 2018 yang melibatkan penelitian dari National Plastic Action Partnership (NPAP), Bank Dunia dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Secara global, sampah plastik mendominasi komposisi permasalahan pencemaran laut, sekitar 60-80 persen dari jumlah total.

Beberapa negara menerapkan metodologi global untuk memperkiraan berapa volume sampah plastik yang bocor dari daratan ke air. Ada tiga sumber kebocoran, yaitu pembuangan dari sampah yang sudah dikumpulkan; sampah yang tidak dikumpulkan yang dibuang secara ilegal di daratan; dan sampah yang tidak dikumpulkan dan dibuang langsung ke laut.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah menghitung perkiraan awal berdasarkan data lapangan, yaitu 0,27-0,59 juta ton sampah laut nasional per tahun. Data tersebut berasal dari stasiun pengamatan di 18 lokasi di seluruh Indonesia.

Ke depan, tim gabungan yang terdiri dari LIPI, NPAP, Bank Dunia, dan KLHK bekerja untuk melakukan studi lanjutan untuk mendapatkan hasil estimasi sampah plastik yang terbuang ke laut secara komprehensif di seluruh wilayah Indonesia.

Estimasi baseline data sampah laut merupakan salah satu aktivitas utama dari Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut yang berada di bawah dan bertangung jawab langsung kepada Presiden. Targetnya, 70 persen sampah laut berkurang pada tahun 2025.

Dalam Perpres 83/2018, dibentuk Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut Tahun 2018-2025, yang memberikan arahan strategis bagi kementerian/lembaga dalam menangani permasalahan sampah laut selama jangka waktu delapan tahun.

Ketua Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut adalah Menko Kemaritiman dan Investasi, dengan ketua harian adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Anggota tim antara lain Menteri Perindustrian, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan,  Menteri Koperasi/UKM, Menteri PUPR, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas, Menteri Pariwisata, Sekretaris Kabinet dan Kepala Bakamla.

Dalam rapat tersebut, beberapa ide muncul, seperti upaya pelarangan penggunaan plastik dan gelas plastik sekali pakai di seluruh kantor pemerintahan pusat dan daerah, penggunaan jala nelayan yang sedang tidak melaut untuk mengumpulkan sampah laut, serta aksi pengumpulan sampah plastik di dasar laut saat melakukan aktivitas penyelaman.

“Aktivitas berskala kecil jika dilaksanakan bersama-sama, akan memberikan kemajuan dan dampak besar dalam penanganan sampah di laut,” tutup Luhut.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Kecam Penikaman Ustaz Zaid, DPR Aceh: Kenapa Mesti Ulama?
Politik

Kecam Penikaman Ustaz Zaid, ..

30 Oktober 2020 18:21
Aria Bima: Darmadi Kui Sopo? Pengurus Partai Bukan, Pimpinan Komisi Juga Bukan
Politik

Aria Bima: Darmadi Kui Sopo?..

30 Oktober 2020 17:15
Pilkada Medan 2020: Dana Awal Kampanye Akhyar-Salman Rp 1,125 Juta, Bobby-Aulia Rp 50 Juta
Politik

Pilkada Medan 2020: Dana Awa..

30 Oktober 2020 16:50
Aria Bima : Mungkin Maksud Bu Mega Adalah Milenial Istana Yang Banyak Diam
Politik

Aria Bima : Mungkin Maksud B..

30 Oktober 2020 16:19
Pernyataan Megawati Soal Milenial Hanya Sentilan, Tidak Perlu Ngamuk
Politik

Pernyataan Megawati Soal Mil..

30 Oktober 2020 16:10
Ketum IMM: Bu Mega Ahistoris, Tanpa Semangat Anak Muda Tidak Mungkin Beliau Bisa Pimpin Partai
Politik

Ketum IMM: Bu Mega Ahistoris..

30 Oktober 2020 15:55
Tolak SE Menaker Soal Upah Minimum 2021, KSPI Dan FSPMI Ancam Lakukan Mogok Kerja Nasional
Politik

Tolak SE Menaker Soal Upah M..

30 Oktober 2020 15:26
Fahri Hamzah: Mike Pompeo Iseng Amat Ke Indonesia, 4 Hari Lagi Kalau Trump Kalah Juga Lewat
Politik

Fahri Hamzah: Mike Pompeo Is..

30 Oktober 2020 14:59